KabarBaik.co, Surabaya – Sebanyak 24 orang yang diamankan polisi usai aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Surabaya pada Jumat (25/6), mulai dipulangkan secara bertahap. Proses pembebasan ini berlangsung sejak Sabtu (27/6) malam setelah pihak kepolisian menyelesaikan proses pemeriksaan dan memastikan keterlibatan mereka dalam aksi tersebut.
Namun, proses pembebasan ini disorot karena sejumlah orang yang dilepaskan dilaporkan mengalami luka fisik dan keluhan kesehatan. Salah satu mahasiswa yang dibebaskan, berinisial RD, mahasiswa semester empat Jurusan Antropologi FISIP Universitas Airlangga (Unair), terlihat keluar dari kantor polisi dengan kondisi wajah lebam.
Berdasarkan keterangan rekan sejawat, RD mengalami pendarahan di area mata dan lebam di wajah yang diduga akibat benturan benda tumpul. Rekan lainnya, berinisial RA, juga mengeluhkan nyeri hebat pada bagian perut sejak ditangkap.
Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Antropologi BEM FISIP Unair, Adam Wahyu Saputra, yang mendampingi rekan-rekannya, menyatakan bahwa kondisi fisik mereka saat ini masih membutuhkan pemulihan.
“Rekan-rekan kami saat ini masih butuh pemulihan kesehatan. Kami menegaskan pentingnya solidaritas dalam mengawal proses hukum bagi mereka yang tertindas,” ujar Adam.
Sementara itu, Koordinator KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, membeberkan identitas dari 24 orang yang diamankan tersebut. Ternyata, di antara mereka terdapat empat mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya, dua pelajar di bawah umur, serta seorang wiraswasta penjual kopi yang juga bertindak sebagai orator.
“Dari 24 orang, yang satu perempuan statusnya saksi, dia adalah penjual kopi. Materi pemeriksaan banyak difokuskan pada isi orasi yang disampaikannya saat kerusuhan,” jelas Fatkhul di Mapolrestabes Surabaya.
Di sisi lain, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Achmad Rony, mengonfirmasi bahwa pembebasan dilakukan secara bertahap setelah melalui seluruh prosedur hukum yang berlaku.
Hingga Sabtu malam, sejumlah rekan mahasiswa dan aktivis sipil masih terus berjaga di depan Mapolrestabes Surabaya. Kehadiran mereka bertujuan untuk memastikan seluruh peserta aksi dapat dibebaskan dengan aman dan kondusif. (*)






