KabarBaik.co, Surabaya — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil membekuk terduga pengedar sekaligus pembuat tembakau sintetis beraneka rasa yang jangkauan peredarannya mencakup wilayah Surabaya hingga Sidoarjo. Tersangka berinisial BS, 23, asal Madiun, diamankan di tempat kosnya yang ternyata juga berfungsi sebagai bengkel produksi narkotika.
Penangkapan ini bermula dari pengungkapan peredaran narkoba di wilayah Surabaya pada Juni 2026. Hasil pengembangan penyelidikan mengarah kepada sosok BS yang tinggal di kawasan Penambangan, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Pada Sabtu, (18 /7 ) sekira pukul 14.30, petugas Unit 2 SatResnarkoba akhirnya menangkap BS di lokasi tersebut.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, membenarkan peristiwa tersebut.
“Tersangka BS menyewa satu kamar kos yang digunakan khusus sebagai gudang penyimpanan dan tempat pembuatan tembakau sintetis,” ungkap AKBP Dodi Pratama.
Dari pengakuan tersangka, cara pembuatannya dilakukan dengan mencampur tembakau sintetis dengan tembakau biasa, lalu disiramkan cairan aroma rasa hingga teraduk rata. Setelah dikeringkan menggunakan pengering rambut (hairdryer), racikan ditimbang per 3 gram dan dibungkus plastik hitam. Seluruh proses pembuatan itu dipandu seseorang berinisial AJ melalui telepon secara langsung.
“Tersangka BS mengaku tidak mengetahui keberadaan AJ yang saat ini masih dalam pengejaran dan kami nyatakan sebagai DPO,” ujarnya.
Bahan baku dan cairan aroma dikirimkan AJ melalui jasa pengiriman paket. BS kemudian bertugas mengedarkan barang hasil produksi dan mendapat upah Rp 50.000 per lokasi pengantaran. Ia telah menjalankan perannya sebagai pengedar sejak tahun 2025.
Penggeledahan di kamar kos BS menyita barang bukti yang cukup banyak, antara lain, 42 kantong tembakau sintetis berat total 145,458 gram, Biji ganja seberat 16,707 gram, Batang ganja seberat 3,839 gram, Sabu seberat 0,799 gram, Timbangan elektrik, 3 unit hairdryer, 6 botol bekas aroma, 1 botol aroma kopi, timba plastik, dan 1 jerigen alkohol 96 persen.
Saat ini polisi terus memburu AJ yang diduga sebagai otak utama peredaran narkotika tembakau sintetis beraroma tersebut.(*)






