Lima Anak di Kota Malang Terserang Campak, Dinkes Lakukan Imunisasi Kejar

oleh -38 Dilihat
IMG 20250910 WA0015

KabarBaik.co – Sebanyak lima anak di Kota Malang terkonfirmasi terserang campak pada awal September 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang pun bergerak cepat dengan melakukan imunisasi kejar serta mengusulkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyebut kasus campak ditemukan di Kecamatan Kedungkandang, tepatnya di Kelurahan Bumiayu dan Arjowinangun. “Jumlahnya ada lima penderita campak, usia 3-5 tahun. Sepanjang 2025 ini, hanya lima kasus tersebut di Kota Malang,” kata Husnul, Rabu (10/9).

Menurut Husnul, mobilitas anak dalam beraktivitas berpotensi meningkatkan risiko penularan karena campak menular melalui saluran pernapasan akibat virus. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pihaknya telah mengumpulkan keluarga penderita, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di sekitar lokasi kasus.

“Kami mengedukasi tokoh masyarakat dan keluarga agar imunisasi anak yang masih bolong bisa segera dilengkapi. Itu yang kami sebut dengan imunisasi kejar,” jelas Husnul.

Husnul menegaskan, imunisasi campak merupakan imunisasi rutin yang idealnya diberikan pada anak usia 9 bulan. Namun, jika belum mendapatkannya pada usia tersebut, vaksin tetap bisa diberikan pada usia berikutnya sesuai kondisi anak. “Yang terkena campak kami deteksi, vaksin mana yang masih kosong, lalu dilakukan vaksinasi,” ujarnya.

Selain imunisasi kejar, Dinkes juga telah mengusulkan pelaksanaan ORI dengan sasaran anak-anak usia 1-2 tahun, terutama di lokasi ditemukannya kasus. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan Pemprov Jatim.

“Kasus di Bumiayu dan Arjowinangun memiliki keterkaitan keluarga. Terlihat, penularan itu bukan berasal dari luar daerah, melainkan dipengaruhi daya tahan tubuh anak serta kelengkapan imunisasi yang belum optimal,” tandas Husnul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.