KabarBaik.co, Jember – Memasuki hari kelima operasi pencarian terhadap Mohammad Sheva Yusuf, 22 tahun, wisatawan asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang hilang terseret ombak di Pantai Papuma resmi dihentikan pada Rabu (2/4).
Hingga pukul 16.00 WIB, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan, keputusan penghentian operasi ini diambil setelah dilakukan koordinasi intensif antara Basarnas dan seluruh unsur tim SAR yang terlibat di lapangan.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Sabtu (28/3) pagi. Korban bersama dua rekannya diketahui nekat memasuki zona larangan pengunjung di area tebing bawah Siti Hinggil untuk melakukan swafoto (selfie).
Sekitar pukul 06.47 WIB, ombak besar tiba-tiba datang dan menyapu ketiganya. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun satu korban terseret arus dan dinyatakan hilang ditelan ombak.
Pada pencarian hari kelima, Tim SAR gabungan telah mengerahkan kekuatan penuh yang dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), melakukan penyisiran di tengah laut menggunakan perahu karet milik Basarnas.
“Selain itu kami juga memaksimalkan teknologi udara dengan mengerahkan drone milik Senkom untuk memantau titik-titik yang sulit dijangkau secara manual,” ujar Edy, Kamis (2/4).
Meski cuaca di lokasi terpantau cerah, ketinggian gelombang laut yang mencapai 1,0 hingga 2,5 meter menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Setelah lima hari pencarian intensif tanpa hasil, operasi SAR secara resmi ditutup. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti total.
“Hasil keputusan dari Basarnas dan koordinasi Tim SAR Gabungan, kegiatan operasi pencarian dihentikan. Selanjutnya akan dilakukan pemantauan selama dua hari ke depan,” pungkasnya.
Operasi besar ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari BPBD Jember, Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jember, TNI AL, Polairud, Polsek dan Koramil Wuluhan, hingga belasan organisasi relawan dan keluarga korban.
Pihak pengelola wisata dan BPBD kembali mengimbau kepada para wisatawan untuk selalu mematuhi rambu-rambu larangan di area pantai, terutama di titik-titik rawan ombak besar guna menghindari terulangnya kejadian serupa. (*)








