KabarBaik .co – Pembuangan limbah daging ke Sungai Brantas, Ploso, akhirnya, Jombang mulai menemukan titik terang. Tim investigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mengonfirmasi bahwa limbah yang dibuang diduga kuat berasal dari aktivitas pemotongan ayam.
Peristiwa pembuangan limbah itu terjadi pada Senin (1/12) sore dan sempat membuat warga resah.
Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum mengatakan tim lapangan menemukan sisa potongan ayam serta bulu yang tersangkut di area pondasi sungai.
“Kami sudah memastikan bahwa sampah yang dibuang merupakan limbah dari kegiatan usaha, kemungkinan besar dari proses pemotongan ayam,” ujar Ulum, Rabu (3/11).
Hingga kini, DLH belum mengetahui identitas pelaku. Namun, pihaknya menduga limbah tersebut dibuang dari wilayah selatan lokasi kejadian.
“Sumber pasti limbah masih kami selidiki. Sementara dugaan mengarah dari bagian selatan,” jelasnya.
Untuk memperkuat penyelidikan, DLH turut berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Jombang. Mereka kini menganalisis sejumlah rekaman CCTV guna melacak kendaraan yang terlibat.
Sebelumnya, beredar video di media sosial menunjukkan sebuah mobil pikap membuang limbah di jembatan sungai. Namun, nomor polisi kendaraan tidak terbaca jelas.
“Kami berharap bantuan instansi terkait bisa membantu melacak kendaraan tersebut,” kata Ulum.
Selain mengamankan bukti limbah, tim DLH juga menemui sejumlah pemancing yang sering berada di lokasi. Seorang pemancing mengaku telah dua kali melihat aksi serupa.
“Pemancing itu mengakui melihat kejadian dua kali, meski tidak yakin apakah jenis limbahnya sama,” imbuh Ulum.
DLH menegaskan bahwa pembuangan limbah usaha sembarangan melanggar Perda setempat. Pelaku bisa dikenai sanksi administratif sesuai regulasi pengelolaan limbah yang berlaku.
“Kami akan terus berupaya mengungkap pelakunya. Setelah itu, kami juga akan memasang papan larangan di titik tersebut,” tegas Ulum.
Aksi pembuangan limbah ini sempat viral setelah rekaman drone warga menunjukkan mobil pikap membawa limbah dan melemparkan ke sungai. Mobil pikap disebut datang dari arah Tembelang dan langsung melaju ke utara setelah membuang limbah.
Peristiwa itu disebut terjadi menjelang Magrib, sekitar pukul 17.00 WIB, saat kondisi jalan relatif sepi.
DLH Jombang memastikan akan mengusut kasus ini hingga tuntas dan berharap pemasangan papan peringatan bisa mencegah kejadian serupa terulang. (*)






