Identitas Mayat Perempuan di Sungai Brantas Mojokerto Terungkap, Tak Ada Unsur Kekerasan

oleh -285 Dilihat
Para relawan saat mengevakuasi mayat perempuan dari Sungai Brantas (istimewa)

KabarBaik.co — Identitas mayat perempuan yang mengapung di aliran Sungai Brantas, Mojokerto, akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban adalah Endri Lukitasari, 34, warga Dusun Tanggungan, Desa Tanggung Kramat, Ploso, Jombang.

Identitas korban diketahui setelah tim gabungan Inafis dan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota melakukan pemeriksaan biometrik menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS) di kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto.

Kanit II Satreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Muklisin membenarkan hasil identifikasi tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal dan olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada indikasi penganiayaan. Setelah identitas korban diketahui, kami langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan pihak keluarga,” ujar Muklisin dalam keterangannya, Senin (5/1).

Ia menjelaskan korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (3/1) dini hari. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian dan melaporkan kehilangan tersebut kepada perangkat desa setempat.

Kepolisian menduga korban mengalami tekanan psikologis sebelum peristiwa itu terjadi. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan keluarga serta tidak ditemukannya unsur pidana dalam kasus ini.

“Kami menduga korban mengalami depresi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia dan terbawa arus Sungai Brantas,” katanya.

Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga mendatangi kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo. Keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan kesehatan mental di tengah tekanan hidup yang semakin berat.

Aparat dan tokoh masyarakat berharap lingkungan sekitar lebih peka, saling menguatkan, serta membuka ruang dialog bagi warga yang mengalami tekanan psikologis agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya, warga Mojokerto digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di Sungai Brantas, Minggu (4/1).

Jasad pertama kali terlihat di kawasan Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg, sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum akhirnya terbawa arus hingga ke kawasan jogging track Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.