Lontong Roomo, Kuliner Langka yang Tetap Jadi Primadona di Gresik

oleh -110 Dilihat
Lontong Roomo Gresik
Lontong Roomo Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Di tengah beragam pilihan kuliner khas Gresik, lontong Roomo tetap menjadi salah satu hidangan yang paling diburu masyarakat. Meski keberadaannya kini kian langka, makanan tradisional berbahan dasar santan kelapa dan udang ini justru semakin diminati.

Sesuai namanya, lontong Roomo berasal dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Hidangan ini dikenal dengan kuah kental berwarna cokelat kemerahan yang kaya rempah, serta penyajian khas menggunakan pincuk daun pisang.

Sekilas, lontong Roomo tampak seperti bubur. Bahkan, sebagian masyarakat menyebutnya sebagai “sego Roomo” karena bisa dinikmati dengan nasi maupun lontong.

“Karena bisa pakai nasi atau lontong, tergantung selera,” ujar Dewi Halimah, salah satu penjual lontong Roomo di kawasan Jalan KH Abdul Karim, Gresik.

Lapak Dewi menjadi salah satu tujuan pelanggan yang rindu cita rasa khas kuliner ini. Ia menyebut, pelanggan yang beruntung biasanya bisa menikmati bagian kuah paling kental yang disebut “bumbu langitan”.

“Biasanya ada di bagian atas wadah bumbu. Itu yang paling kental,” jelas perempuan berusia lebih dari setengah abad tersebut.

Menurut Dewi, jumlah penjual lontong Roomo kini semakin sedikit, bahkan di daerah asalnya sendiri. Ia mengaku telah meneruskan usaha ini dari sang ibu selama sekitar 15 tahun.

“Sekarang sudah jarang yang jual. Tapi alhamdulillah masih ada pelanggan setia,” katanya.

Seiring perkembangan zaman, beberapa bahan dalam lontong Roomo juga mengalami penyesuaian. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku serta perubahan selera masyarakat.

Beberapa bahan khas seperti daun bakau, daun alur, atau sayur kucuk kini sulit ditemukan. Begitu pula dengan kerupuk rambak yang harganya semakin mahal.

“Sekarang diganti daun singkong dan kerupuk biasa. Tapi rasanya tetap khas,” ujarnya.

Dalam sehari, ia mampu menjual lebih dari 50 porsi lontong Roomo dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

Asal-usul Lontong Roomo

Lontong Roomo diperkirakan sudah ada sejak masa pemerintahan Sunan Giri, ketika Gresik menjadi salah satu pusat persinggahan para wali. Saat itu, makanan ini kerap disajikan sebagai menu sarapan maupun makan malam.

Cara Penyajian

Lontong Roomo disajikan dengan:

* Lontong atau nasi di atas pincuk daun pisang
* Sayur-sayuran sebagai pelengkap
* Siraman kuah kental berbahan tepung beras, santan, udang, cabai, dan rempah
* Taburan koya dari kelapa sangrai dan kerupuk
* Sambal sesuai selera

Fakta Menarik

* Umumnya dijual pada pagi dan sore hari
* Banyak pedagang menjajakan secara keliling
* Kini cukup sulit ditemukan, bahkan di Desa Roomo
* Masih bisa dijumpai di beberapa titik, seperti kawasan Pasar Gresik Kota

Di tengah kelangkaannya, lontong Roomo justru semakin mengukuhkan diri sebagai kuliner legendaris yang dirindukan, terutama saat bulan Ramadan.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.