Luas Kawasan Terdampak Karhutla TNBTS Tembus 921 Hektare, Begini Respons BPBD Kabupaten Malang

oleh -112 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 12 at 14.09.27
Proses pemadaman karhutla Gunung Bromo. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga kini belum sepenuhnya padam. Luas kawasan terdampak kebakaran bahkan telah mencapai 921,42 hektare.

Data BPBD Kabupaten Malang mencatat, luasan tersebut merupakan kondisi hingga Selasa (11/8) malam. Namun, titik api di wilayah administratif Kabupaten Malang saat ini telah berhasil dipadamkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, kobaran api kini mengarah ke wilayah Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan. “Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan,” terang Sadono, Rabu (12/8).

Untuk wilayah Probolinggo, titik api di lereng Blok P30 telah dinyatakan padam total. Petugas memastikan tidak lagi menemukan titik api di kawasan tersebut. “Titik api di wilayah P30 dinyatakan nihil,” ujarnya.

Sementara itu, titik api masih ditemukan di kawasan Penanjakan dan Pakis Bincil Dingklik yang masuk wilayah administratif Kabupaten Pasuruan. Di Penanjakan, api yang tersisa disebut berskala kecil. Sedangkan kobaran lebih besar masih berada di kawasan Pakis Bincil Dingklik. “Di Penanjakan, titik api tersisa dengan skala kecil, yang besar saat ini berada di wilayah Pakis Bincil Dingklik,” jelas Sadono.

Meski Kabupaten Malang telah dinyatakan aman dari titik api, personel tetap disiagakan. Tim gabungan masih melakukan monitoring untuk mengantisipasi munculnya kembali api sekaligus membantu penanganan apabila terjadi pergerakan kebakaran ke wilayah lain.

Di kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kondisi juga terpantau kondusif. Berdasarkan pemantauan tim gabungan dan platform SiPongi, tidak terlihat titik api maupun asap di kawasan Blok Bantengan dan Lereng Cemoro Anget.

Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, mengatakan personel tetap melakukan pemantauan meski kondisi di Jemplang sudah terkendali. “Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif. Tidak terlihat titik api maupun asap, namun personel tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih ada potensi munculnya kembali api,” terang Budiono.

Karhutla di kawasan Jemplang sendiri tercatat berdampak pada sekitar empat hektare lahan. Petugas juga masih menyiagakan personel di kawasan Blok Savana TNBTS. Kewaspadaan tersebut dilakukan setelah pemantauan sekitar pukul 12.00 WIB masih menemukan kepulan asap di ujung timur kawasan hutan Pusung Ledok Bedro Blok B29 TNBTS. Lokasi tersebut masuk wilayah Kabupaten Lumajang.

Hasil pemantauan melalui SiPongi juga menunjukkan masih terdapat tiga titik kuning kategori medium di kawasan hutan TNBTS wilayah Semeru, Kabupaten Lumajang. “Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api,” kata Budiono.

Untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses melalui jalur darat, tim gabungan juga menyiapkan drone water spray. Peralatan tersebut digunakan sebagai langkah antisipasi apabila kembali ditemukan titik api. “Kami juga menyiapkan drone water spray sebagai langkah antisipasi dan penanganan apabila ditemukan kembali titik api,” pungkasnya.

Karhutla TNBTS pertama kali terpantau pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Blok Bantengan. Api kemudian mulai masuk wilayah Kabupaten Malang pada Rabu (5/8), tepatnya di kawasan Jemplang dekat tugu perbatasan Malang-Lumajang.

Kencangnya hembusan angin dan kondisi vegetasi savana yang mulai mengering akibat musim kemarau membuat api mudah menyebar. Berdasarkan laporan hingga Sabtu (8/8), luas lahan di kawasan Gunung Bromo yang terdampak mencapai sekitar 176 hektare, mulai dari kawasan Bantengan hingga Jantur.

Saat ini, penanganan karhutla masih dilakukan secara terpadu dengan melibatkan petugas gabungan, aparat keamanan, serta Balai Besar TNBTS. Pemantauan terus diperkuat untuk mencegah api kembali meluas ke kawasan lainnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.