BMKG Deteksi 8 Titik Panas di NTB, Risiko Karhutla Tinggi di Sejumlah Wilayah

oleh -69 Dilihat
IMG 20260717 WA0046
BMKG

KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan pembaruan data per 17 Juli 2026, satelit mendeteksi sebanyak 8 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah NTB.

Selain itu, peta tingkat kemudahan terbakar atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang berlaku pada 18 Juli 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah NTB berada pada kategori merah, yang berarti kondisi vegetasi permukaan sangat kering dan sangat mudah terbakar.

Pihak BMKG menjelaskan, wilayah dengan warna merah mengindikasikan alang-alang dan dedaunan yang menutupi permukaan tanah berada dalam kondisi sangat kering sehingga berpotensi memicu kebakaran apabila terdapat sumber api. Sementara wilayah berwarna kuning masuk kategori kering dan mudah terbakar, hijau tergolong lembap, dan biru menunjukkan kondisi basah sehingga relatif sulit terbakar.

Dalam laporan tersebut, BMKG juga menyebutkan kondisi angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5–37 kilometer per jam. Adapun suhu udara di wilayah NTB berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celcius.

Kondisi cuaca yang cenderung kering, disertai angin yang cukup kencang, dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, membakar sampah sembarangan, maupun menyalakan api di kawasan hutan dan lahan kering.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Peringatan ini menjadi perhatian penting, mengingat musim kemarau di NTB mulai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di berbagai titik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.