Pemprov NTB Turun Tangan Stabilkan Harga Bahan Pokok Lewat Gerakan Pangan Murah

oleh -184 Dilihat
IMG 20260625 WA0109
Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat diserbu warga. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah. Program ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan GPM kali ini digelar di Kota Mataram, yang merupakan salah satu daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan serta menekan gejolak harga pangan di tingkat masyarakat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Irine Silviani mengatakan, pelaksanaan GPM menyasar masyarakat perkotaan agar manfaat stabilisasi harga dapat dirasakan secara merata.

“Gerakan Pangan Murah kami laksanakan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Kami ingin masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah lainnya, dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dan stabil,” ujarnya saat ditemui di halaman KPPN Mataram, Kamis (25/6).

Pelaksanaan GPM tersebut turut meramaikan kegiatan Sinara Fest (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan) yang diselenggarakan KPPN Mataram dengan tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas.”

Kegiatan itu melibatkan sekitar 30 mitra lokal, termasuk pelaku UMKM dan pedagang pangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sayuran segar, bawang, cabai hingga produk olahan hasil pertanian. Menurut Irine, minyak goreng dan bawang merah masih menjadi komoditas yang paling banyak diburu masyarakat dalam setiap pelaksanaan GPM.

Sementara itu, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang merah mulai menunjukkan tren penurunan harga dan berangsur stabil.
Saat ini harga cabai di pasaran berada pada kisaran Rp 35.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Adapun minyak goreng yang dijual melalui distributor, termasuk Bulog, ditawarkan dengan harga Rp 15.500 per liter, lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasar.

Meski Sinara Fest berlangsung selama dua hari, Pemprov NTB memastikan Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah sebagai langkah intervensi harga dan pengendalian inflasi.

“Pada Juli mendatang kami merencanakan pelaksanaan GPM minimal di dua lokasi dan bisa bertambah sesuai kebutuhan. Sebelumnya kegiatan serupa sudah kami laksanakan di Lombok Barat dan akan terus diperluas ke daerah lain,” kata Irine.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga, daya beli masyarakat tetap kuat, serta aktivitas ekonomi pelaku UMKM lokal semakin berkembang di tengah upaya pengendalian inflasi daerah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.