Macet Ketapang H+11 Masih Parah, Prajurit TNI Dikerahkan Bantu Percepat Penguraian

oleh -281 Dilihat
Anggota TNI turun untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Anggota TNI turun untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang hingga H+11 lebaran, Kamis (2/4). Untuk mempercepat penguraian, Aparat TNI dari berbagai matra diterjunkan membantu penanganan macet.

Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya mengatakan, prajurit angkatan darat dan laut telah stand by sejak Rabu (1/4) kemarin. Prajurit akan berjaga selama sepekan mwndatang.

“Untuk kekuatan personel, dari TNI Angkatan Darat ada 75 orang. Dari jumlah tersebut, 65 orang merupakan tambahan dari Batalyon Armed 8,” kata Triyadi, Kamis (2/4).

Batalyon Armed 8/Uddhata Yudha merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur) di bawah komando Kodam V/Brawijaya yang bermarkas di Kabupaten Jember.

Jumlah tersebut belum termasuk perbantuan prajurit dari TNI Angkatan Laut (AL).

Triyadi mengatakan, telah memantau langsung kondisi kemacetan di jalur tersebut. Kemacetan telah berlangsung selama sekitar 6 hari.

“Kalau dilihat dari beberapa hari terakhir, kendaraan kecil dan bus sebenarnya masih dalam kondisi normal. Lonjakan terjadi saat pembatasan truk besar dibuka, sehingga volume kendaraan meningkat sangat signifikan,” tambah dia.

Panjang ekor kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai 15 kilometer (km). Pada Selasa siang, ekor kemacetan sedikit menyusut menjadi sekitar 11 km.

“Artinya sudah terurai sekitar 4 km,” ujar dia.

Dandim mengatakan, libur penjang pada akhir pekan ini menjadin satu perhatian khusus. Libur tiga hari sejak Jumat hingga Minggu memungkinkan jumlah kendaraan kecil meningkat.

“Biasanya saat long weekend, kendaraan kecil dan bus akan kembali meningkat. Ini yang menjadi perhatian kami,” tutur dia.

Upaya yang dilakukan oleh aparat di lokasi, yakni membantu kelancaran dan menjaga keamanan.

“Kami juga memberikan bantuan kepada para pengemudi berupa air minum dan makanan, agar tetap sehat dan tidak dehidrasi, terutama karena cuaca cukup panas di siang hari,” ujar dia.

Fokus lainnya, anggota di lapangan berjaga di titik-titik kemacetan. Tujuannya untuk mengatisipasi adanya kendaraan yang menyerobot antrean alias ngeblong. Kendaraan ngeblong menyebabkan kemacetan di pelabuhan makin parah.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.