KabarBaik.co, Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Darul Ulum Jombang memasang plang bertuliskan ‘Kampung Pentol’ di Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Mojoagung.
Pemasangan plang ini menjadi upaya memperkuat identitas ekonomi lokal berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dusun Mojoranu selama ini dikenal sebagai sentra produksi pentol rumahan. Berdasarkan pendataan mahasiswa KKM, terdapat sedikitnya empat produsen aktif yang rutin menjalankan usaha tersebut.
Produksi pentol tak hanya mencukupi kebutuhan keluarga para pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Rantai ekonominya pun terbilang kuat.
Sekitar 20 warga tercatat menjadi penjual pentol keliling yang memasarkan produk hingga ke sejumlah wilayah di Mojoagung dan luar kecamatan. Distribusi yang luas ini dinilai berpotensi menjadikan Mojoranu sebagai salah satu penggerak ekonomi berbasis UMKM di Desa Tanggalrejo.
Koordinator Desa KKM UNDAR Tanggalrejo, Sigit Andiska, mengatakan ide pemasangan plang muncul setelah mahasiswa melakukan observasi langsung di lapangan.
“Selama kami turun ke lapangan, terlihat bahwa usaha pentol di sini bukan sekadar usaha sampingan. Ada produsen, ada penjual, dan ada warga yang ikut terlibat dalam proses produksi. Ini sudah menjadi ekosistem ekonomi. Identitas ‘Kampung Pentol’ kami harap bisa mempertegas potensi itu,” ujar Sigit Selasa (17/2).
Menurut Sigit, plang tersebut bukan sekadar penanda wilayah, melainkan bagian dari strategi membangun citra dan kebanggaan kolektif warga. Dengan branding yang lebih kuat, peluang pengembangan usaha dinilai semakin terbuka, baik dari sisi pemasaran maupun perluasan jejaring distribusi.
Sigit menambahkan program ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung di desa setempat. Ini salah satu upaya yang kami lakukan,” katanya.
Ke depan, mahasiswa KKM UNDAR berharap inisiatif tersebut bisa ditindaklanjuti dengan program lanjutan seperti penguatan kemasan produk, pemanfaatan pemasaran digital, hingga perluasan pasar agar UMKM pentol Mojoranu semakin kompetitif.
“Kami meyakini, jika ditambah sentuhan kemasan modern dan pemasaran digital digencarkan, pemasaran produk pentol dusun ini bisa lebih luas dan mampu bersaing dengan produk lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanggalrejo Dimas Wahyu Ramadhana mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam membantu membangun citra dusun.
“Kami menyambut baik inovasi ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan potensi Mojoranu secara lebih luas,” ujarnya. (*)






