KabarBaik.co, Jombang – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jajaran Polres Jombang menembus medan ekstrem di pedalaman hutan Dusun Kedungdendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.
Dengan kendaraan 4×4, rombongan yang dipimpin Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan itu membawa bantuan sosial dan layanan kesehatan gratis bagi warga di wilayah yang tergolong terisolir tersebut.
Perjalanan menuju dusun itu tidak mudah. Rombongan harus melewati jalan rusak, berlumpur, serta tanjakan terjal di kawasan hutan. Beberapa titik bahkan hanya bisa dilalui kendaraan khusus berpenggerak empat roda.
Setibanya di lokasi, puluhan paket sembako langsung dibagikan kepada warga. Tim medis juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias masyarakat.
Kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan tersebut melibatkan RSUD serta Komunitas Jeep yang membantu distribusi bantuan di medan berat.
“Kami dari Polres Jombang bersama RSUD dan komunitas Jeep memberikan bantuan sosial serta bakti kesehatan di Dusun Kedungdendeng. Ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, semoga kita semua bisa menjalani dengan lancar dan diberkahi Allah SWT,” ujar Ardi dalam keterangannya Selasa (17/2/2026).
Tak hanya menyalurkan bantuan, Ardi juga meninjau jembatan putus di wilayah RT 04 dusun setempat. Jembatan tersebut rusak parah dan menjadi kendala utama mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Kerusakan jembatan berdampak pada aktivitas ekonomi, akses layanan kesehatan, hingga pendidikan. Jembatan itu merupakan jalur utama siswa menuju SDN 2 Jipurapah.
“Mudah-mudahan setelah kita tinjau ada kabar baik, sehingga anak-anak SD maupun masyarakat di RT 04 tidak terkendala saat berangkat sekolah ketika hujan” ujarnya.
Saat hujan turun, anak-anak dusun kedungdendeng terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
“Jembatan ini kebutuhan vital, baik untuk perekonomian maupun pendidikan,” katanya.
Dalam kegiatan yang diharapkan menjadi pemantik percepatan perbaikan infrastruktur di wilayah pelosok.
Polres Jombang memastikan warga di daerah terpencil tetap mendapatkan perhatian, baik dari sisi sosial maupun pemenuhan fasilitas publik yang layak.
Di tengah keterbatasan akses, kehadiran aparat dan tenaga medis menjadi harapan baru bagi warga Dusun Kedungdendeng. (*)






