KabarBaik.co – Mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana Sumatra mendapat bantuan sosial dari Polres Jombang. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan di halaman Kantor Ojol Kamtibmas.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera.
“Kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Adik-adik mahasiswa di Jombang merupakan keluarga kami,”ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Jombang merupakan bagian dari keluarga besar Polres Jombang.
“Jika ada kendala dalam menjalankan perkuliahan, silakan sampaikan kepada kami. Kami sangat terbuka,” kata Ardi kepada wartawan. Jumat (19/12).
Menurut Ardi, saat ini terdapat 26 mahasiswa yang terdata sebagai penerima bantuan. Namun, jumlah tersebut masih akan terus diperbarui seiring pendataan lanjutan.
“Kegiatan bantuan sosial ini menjadi momentum untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kami pastikan mahasiswa yang berkuliah di Jombang menjadi keluarga kedua bagi kami,” tegasnya.
Sementara itu, Rendi Adiputra, mahasiswa asal Kabupaten Aceh Singkil, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Polres Jombang.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan sosial yang diberikan,” ujar mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang tersebut.
Rendi menyebut dampak banjir bandang di Aceh cukup parah. Meski tidak semua wilayah terdampak, bencana tersebut menimbulkan berbagai persoalan lanjutan.
“Dampaknya mulai dari kelangkaan BBM, akses jalan terputus, hingga kebutuhan pangan dan BBM yang mengalami kenaikan harga,” jelasnya.
Ia menilai komitmen dan perhatian dari Polres Jombang menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk tetap semangat menjalani perkuliahan meski tengah dilanda musibah.
“Kami mengajak teman-teman, bencana bukan menjadi penghalang untuk mencapai cita-cita. Kita harus bangkit,” pungkasnya. (*)









