KabarBaik.co –Perkembangan pusat perbelanjaan di Surabaya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat belanja, hiburan, dan rekreasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Fransisca Maria Budiman.
Memasuki bulan Ramadan, Fransisca menjelaskan adanya perubahan pola kunjungan masyarakat ke mal. “Pada pagi hingga siang hari, mal relatif lebih sepi. Namun, menjelang sore hingga waktu berbuka puasa, pengunjung mulai ramai datang untuk ngabuburit dan memesan tempat di restoran favorit mereka. Berbeda dengan akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, mal sudah dipadati pengunjung sejak buka,” ujarnya, Sabtu (8/3).
Fransisca juga memaparkan bahwa tren pembangunan mal saat ini cenderung beralih ke ukuran yang lebih kecil dengan konsep yang mengedepankan kegiatan komunitas dan kehidupan sosial. Selain itu, konsep ruang ritel terbuka atau alfresco semakin diminati karena memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan outdoor.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap perkembangan e-commerce. Masyarakat tetap membutuhkan pengalaman langsung, seperti melihat, menyentuh, dan mencoba barang sebelum membeli,” tegasnya.
Lebih dari sekadar tempat belanja, mal kini menjadi destinasi hiburan dan rekreasi bagi keluarga. Beragam fasilitas seperti bioskop, arena bermain, restoran, dan kafe menjadikan mal pilihan utama masyarakat. Selain itu, mal juga berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, promosi, hingga penyelenggaraan berbagai event tematik seperti bazar.
“Keberagaman restoran dan kafe di dalam mal menjadi daya tarik utama, terutama bagi mereka yang ingin menikmati berbagai kuliner dalam satu tempat,” kata Fransisca.
Untuk bersaing dengan kompetitor, setiap mal di Surabaya terus melakukan diversifikasi tenant. Hadirnya merek-merek eksklusif, tenant premium, serta ruang bagi Pop-Up Store dan UMKM menjadi strategi utama. Selain itu, fokus pada kuliner dan gaya hidup, serta menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, tetap menjadi prioritas.
Fransisca menambahkan, keberadaan jaringan jalan tol, terutama Tol Trans-Jawa dan Tol dalam kota Surabaya, memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kunjungan ke mal. “Akses yang lebih mudah dan cepat mendorong arus wisatawan domestik ke Surabaya. Meskipun e-commerce terus berkembang, mal masih memiliki daya tarik unik yang sulit tergantikan oleh belanja online,” pungkasnya.(*)