KabarBaik.co – Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah memilih Banyuwangi menjadi destinasi untuk pemenangan di Pilgub 2024 mendatang. Tidak hanya konsolidasi, di Banyuwangi mantan anggota DPR RI periode 2019 – 2024 ini turut menyambangi para pedagang pasar Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Sabtu (19/10) sore.
Mulai dari kios buah, daging, jajanan basah, cilok, hingga warung nasi pinggir jalan turut disambangi oleh perempuan asal Jombang ini. Tak hanya mampir dia juga berbelanja di setiap kios yang didatanginya.
Setiap bertemu pedagang, Luluk pun tak lupa menayakan tentang situasi pasar hari ini. Kehangatan keakraban pun tercipta dalam pertemuannya dengan para pedagang pasar Jajag.
“Saya beli aneka jajanan karena mengingatkan saya waktu kecil,” kata Luluk sembari menenteng beberapa aneka jajanan.
Dalam kunjungannya di Banyuwangi, Luluk turut menyampaikan berbagai program yang bakal diusungnya ketika terpilih menjadi Gubernur.
Program itu diantaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat marjinal dan guru, peningkatan kualitas layanan kesehatan, mendorong peningkatan ekonomi dengan cara menumbuhkan UMKM.
Ia juga melirik potensi pertanian dan perikanan di Banyuwangi yang baginya bisa dikembangkan untuk tumpuan ekonomi daerah lewat sektor hilirisasi dan ekspor.
“Hilirisasi perikanan dan pertanian ini akan menjadi garapan kita bersama, khususnya kalau saya mendapat kesempatan jadi Gubernur maka ini yang akan kita dorong, hilirasi, pengolahan, itu bisa menjadi pasar ekspor dan itu penting. Kalau memungkinkan ya kita ingin dari timur dari Banyuwangi, bisa menembus pasar dunia,” kata Luluk.
Selain dua potensi itu, menurutnya Banyuwangi juga memiliki potensi lain lewat pariwisata, pertambangan hingga ekonomi makro berbasis UMKM. Namun menurutnya potensi itu belum mampu dikemas dengan maksimal, sehingga manfaatnya belum dirasakan merata oleh masyarakat.
Bagi dia, Banyuwangi butuh perubahan. Keterbaruan itu bakal muncul dari pemimpin baru, yakni Ali – Ali pasangan Cabup – Cawabup yang diusung PKB di Pilkada Banyuwangi.
“Ini potensi yang sangat besar, namun demikian apakah potensi yang sangat besar ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka perlu ada semangat perubahan,” tegas Luluk.(*)






