KabarBaik.co – Seorang pria bertato berinisial MRY, 24 tahun, ditemukan tewas di lantai dasar Andika Plaza menuju, kawasan Simpang Dukuh pada Kamis (27/11) dini hari. MRY merupakan pengunjung Diskotek Ibiza.
Sebagai wujud tanggung jawab moral dan empati mendalam, manajemen Diskotek Ibiza mendatangi rumah duka keluarga MRY di Taman, Sidoarjo.
Rombongan yang datang diwakili oleh Wakil Humas Ibiza Furqon Hudana atau akrab disapa Gepeng dan Legal Ibiza, Dwi Heri Mustika. Kedatangan mereka disambut hangat oleh ayah korban, Yusuf dan ibu kandung, serta kakak dan adik kandung korban.
“Kami menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian korban MRY,” ucap Gepeng dan Dwi, Minggu (30/11).
Di tengah suasana duka, Yusuf dan ibu Kandung korban menunjukkan sikap ikhlas atas takdir yang menimpa putranya. Pertemuan ini juga dimanfaatkan manajemen untuk menyampaikan klarifikasi resmi dan detail kronologi kejadian.
Gepeng menegaskan bahwa insiden yang merenggut nyawa korban berawal dari keributan internal, bukan perkelahian antar pengunjung yang tidak saling kenal.
“Awal kejadian memang di area Ibiza. Keributannya bukan antar pengunjung, tetapi sesama teman satu meja,” jelas Gepeng.
Menurut rekaman CCTV, kelompok korban awalnya tampak bercanda, namun suasana berubah menjadi cekcok kecil akibat miskomunikasi.
“Dari situ mereka saling dorong dan salah satu terjatuh. Diduga kepalanya terbentur meja atau pembatas sofa,” ungkapnya.
Manajemen Ibiza menjelaskan bahwa mereka telah berupaya maksimal dalam penanganan awal sesuai SOP yang berlaku. Karyawan bersama rekan korban segera memberikan pertolongan dan berupaya mencari bantuan medis.
Manajemen Ibiza saat kejadian juga langsung menghubungi Polsek Genteng untuk pelaporan untuk minta bantuan guna penanganan lebih lanjut.
Di rumah duka, Gepeng menjelaskan semua kejadian dengan rinci dan gamblang, memastikan bahwa manajemen telah berusaha semaksimal mungkin dan berdasarkan SOP, termasuk segera menghubungi pihak Polsek Genteng.
Keluarga korban sangat menyayangkan kejadian yang menimpa anak kandungnya dan menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum.
“Saya sudah ikhlas atas kepergian anak saya. Tapi yang ngganjel di hati saya, kok tega pelaku sampai begitu ke anak saya. Padahal pelaku dan anak saya status teman baik. Sebenarnya salah anak saya apa? Kok sampai anak saya dipukul sampai parah dan meninggal dunia,” ucap ibu korban.
Keluarga korban berharap penuh kepada pihak berwajib. “Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku. Semua kami percayakan sepenuhnya perkara ini kepada pihak kepolisian,” jelas Yusuf.
Menanggapi hal tersebut, Gepeng menyatakan optimismenya bahwa pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku. Gepeng menegaskan bahwa pihak Ibiza tetap percaya dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.
Pihak manajemen Ibiza juga berkomitmen untuk selalu kooperatif membantu agar penanganan perkara ini secepatnya tuntas dengan tertangkapnya pelaku. (*)






