Mandiri Investasi dan Mandiri Sekuritas Jajaki Peluncuran Reksa Dana ETF Emas Syariah pada Awal 2026

oleh -224 Dilihat
Mandiri Sekuritas akan berperan sebagai Dealer Partisipan ETF Emas pertama di Indonesia.

KabarBaik.co – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berencana meluncurkan produk Reksa Dana ETF Emas Syariah pada kuartal pertama tahun 2026. Sebagai langkah awal, Mandiri Investasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Mandiri Sekuritas pada Jumat (28/11).

Dalam kerja sama ini, Mandiri Sekuritas akan berperan sebagai Dealer Partisipan ETF Emas pertama di Indonesia.
Kolaborasi dua entitas dalam Mandiri Group tersebut bertujuan memperkuat ekosistem perdagangan Reksa Dana ETF Emas Syariah agar lebih likuid, terjangkau, dan mudah diakses. Nantinya, investor dapat melakukan transaksi jual beli unit penyertaan ETF layaknya memperdagangkan saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan.

Direktur Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia menjelaskan bahwa produk yang akan diluncurkan merupakan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif dengan underlying emas fisik yang tersimpan di lembaga penyimpan yang terdaftar sebagai LJK Bullion. Produk ini mengacu pada prinsip syariah berdasarkan Fatwa DSN MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

“Reksa Dana ETF Emas Syariah diharapkan menjadi solusi investasi modern dibandingkan emas fisik. Investor tidak perlu repot menyimpan emas, unit penyertaan mengikuti harga emas domestik maupun global, mudah diperdagangkan, dan memiliki biaya yang terjangkau. Produk ini cocok untuk seluruh segmen investor,” ujar Hardiyanto.

Mandiri Investasi optimistis produk berbasis emas ini akan mendapat respons positif, mengingat meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global. Secara global, instrumen ETF emas telah mencapai AUM USD 472 miliar per akhir September 2025 menurut data World Gold Council.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menambahkan, selain menjadi perantara transaksi di BEI, Mandiri Sekuritas juga akan melakukan proses creation dan redemption unit di pasar primer untuk memastikan ketersediaan likuiditas.

“Produk ini menawarkan spread kompetitif dan volatilitas harga yang lebih terkelola. Nilai Aktiva Bersih (NAB) juga dipublikasikan secara reguler sehingga transparan. Fleksibilitas transaksi akan menjadi keunggulan bagi investor yang mencari instrumen safe haven ataupun diversifikasi portofolio,” ungkap Oki.

Menurutnya, dukungan kuat dari Mandiri Group menjadi jaminan keamanan investasi dan memperkuat kepercayaan investor.

Mandiri Investasi berharap kehadiran ETF Emas Syariah dapat berkontribusi pada peningkatan Asset Under Management (AUM) pada tahun 2026. Hingga 28 November 2025, total dana kelolaan Mandiri Investasi telah mencapai lebih dari yang dibayangkan secara konsolidasi.

Sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi kini memiliki 54 produk mencakup ETF, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, produk alternatif hingga berbasis ESG. Produk ETF emas syariah akan melengkapi portofolio yang sudah ada seperti: Mandiri Indeks FTSE Indonesia ESG, Mandiri Investa Indeks Obligasi Negara, Mandiri ETF LQ45, dan Mandiri ETF SRI-KEHATI. Seluruh produk dipasarkan melalui 43 APERD termasuk bank, sekuritas, fintech, serta mitra di Singapura.

Berbagai inovasi dan kinerja positif membawa Mandiri Investasi meraih sejumlah penghargaan dari Alpha Southeast Asia, Bareksa, dan InvestorTrust & Infovesta.
Selesai

PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) merupakan anak perusahaan PT Mandiri Sekuritas yang berdiri pada 26 Oktober 2004. Mandiri Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Manajer Investasi melalui izin usaha No. KEP-11/PM/MI/2004.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.