KabarBaik.co – Pemkab Kediri menegaskan komitmennya dalam merampungkan pembangunan Stadion Gelora Dhoho Jayati sebagai stadion representatif kebanggaan warga. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau langsung progres proyek di kawasan Tarokan.
Menanggapi isu yang menyebut proyek tersebut mangkrak, Mas Dhito menampik hal itu. Ia menyebut bahwa sejak awal pembangunan stadion telah dirancang secara bertahap dan dibiayai penuh melalui APBD.
“Kalau ada yang ngomong stadion ini mangkrak, insyaallah tidak. Tahun kemarin kita alokasikan Rp 13 miliar untuk pembebasan lahan. Tahun ini lanjut Rp 10 miliar untuk pembangunan Zona A dan Rp 3 miliar untuk akses jalan,” terang Mas Dhito.
Stadion Gelora Dhoho Jayati ditargetkan rampung pada tahun 2027. Mas Dhito memaparkan tahapan pembangunan yang akan dilalui. Tahun 2026 fokus pada pemasangan atap dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 71 miliar.
Selanjutnya, tahun 2027 pengerjaan dilanjutkan dengan pemasangan single seat, sistem mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung lain senilai Rp 89 miliar.
“Saya pastikan 2025, 2026, 2027 stadion ini tuntas. Enggak ada cerita molor sampai 2028. Dan saya enggak cari kambing hitam, tanggung jawabnya ada di saya,” tegasnya.
Mas Dhito juga menekankan bahwa pembangunan stadion ini tidak dilakukan dengan mengorbankan layanan dasar masyarakat. Ia mencontohkan pembangunan tiga gedung baru di RS Kilisuci dengan nilai anggaran Rp 170 miliar dan penyelesaian revitalisasi Pasar Ngadiluwih senilai Rp 31 miliar.
“Pembangunan stadion ini penting untuk olahraga, tapi bukan berarti mengabaikan kebutuhan dasar warga. Rumah sakit dan pasar tetap kita prioritaskan, semua kita jalankan paralel,” ujarnya.
Bupati Kediri termuda itu juga menyampaikan harapan agar semangat membangun stadion ini bisa didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Hingga saat ini, pembangunan masih mengandalkan APBD tanpa sokongan dana pusat. Meski begitu, ia membuka peluang bila nantinya ada bantuan pemerintah pusat yang bisa mempercepat proses pembangunan.
“Sepak bola di Kediri tidak pernah padam. Kita butuh stadion yang layak. Ini rumah bersama, kebanggaan kita semua,” pungkasnya. (*)