Massa Serbu DPRD Kabupaten Blitar, Tirai Dibakar dan Inventaris Dijarah

oleh -165 Dilihat
e50119e2 fbd2 4619 b7b4 b2192fdc13ac scaled
Kantor DPRD Kabupaten Blitar saat dalam kondisi terbakar. (Foto: Calvin Budi Tandoyo)

KabarBaik.co – Gedung DPRD Kabupaten Blitar di Kecamatan Kanigoro mengalami kerusakan parah setelah diserang sekelompok massa, Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) dini hari.

Sejumlah kaca pecah, inventaris kantor hilang, bahkan sempat terjadi percikan api yang nyaris membakar ruang rapat.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut massa datang secara bergelombang.

“Massa datang kalau saya hitung ada empat gelombang. Gelombang pertama, kedua, dan ketiga tidak terlalu banyak. Namun gelombang keempat luar biasa banyak,” ujarnya saat meninjau kondisi kantor, Minggu (31/8).

Di lokasi, massa merusak berbagai fasilitas kantor dan sempat membakar tirai ruang rapat. Beruntung, api segera dipadamkan oleh petugas keamanan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga tidak menjalar ke ruangan lain.

Supriyadi menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan DPRD akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk menindaklanjuti kerusakan.

“Soal kerusakan masih kami cek. Termasuk barang-barang yang dilaporkan hilang, semuanya sedang kami data,” tambahnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik aksi massa tersebut. Total kerugian akibat perusakan masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian dan Sekretariat DPRD.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.