KabarBaik.co – Upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional kembali ditekankan oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Dalam arahannya kepada seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemkot Kediri, Mbak Wali menegaskan pentingnya good and clean governance sebagai fondasi utama birokrasi yang efektif dan transparan.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Secara simbolis, pakta tersebut ditandatangani oleh Kepala Bappeda M. Ferry Djatmiko, Kepala Bagian Hukum Anita Puji, Camat Pesantren Judi Kuntjoro, Lurah Tempurejo Sri Handayani, serta Kasi Ekbang dan Pembangunan Masyarakat Kelurahan Sukorame Wildan Mukholadun.
“Dengan acara ini ke depan Kota Kediri bisa lebih kuat good and clean governance-nya. Harapannya para pejabat bisa menambah wawasan agar dalam melaksanakan tugas tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai aturan hukum. Kami ingin pemerintahan yang efektif, efisien, profesional, dan responsif,” ujar Mbak Wali, Selasa (14/10).
Vinanda menekankan bahwa rotasi jabatan yang dilakukan baru-baru ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi. Ia menilai, menghadapi lingkungan dan tantangan baru akan memacu pejabat untuk beradaptasi serta menemukan cara kerja yang lebih efektif.
“Proses adaptasi harus cepat. Saya minta seluruh pejabat langsung bekerja dan memastikan program-program yang belum terealisasi segera dijalankan dengan optimal. Jangan hanya menggugurkan kewajiban, tapi perhatikan output dan outcome-nya,” tegasnya.
Tak hanya soal kinerja, Wali Kota perempuan pertama di Kediri ini juga menyoroti etika pejabat di ruang publik, terutama di media sosial. Ia mengingatkan agar pejabat menjaga sikap dan tidak memamerkan gaya hidup berlebihan.
“Saya mohon jangan sampai flexing dan viral. Mari kita gotong-royong dan saling mendukung dalam kebaikan untuk mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN,” pesannya.
Mbak Wali mengungkapkan bahwa Pemkot Kediri telah memiliki Perwali terkait gratifikasi, namun saat ini tengah disiapkan revisi untuk menyesuaikan dengan dinamika dan tantangan baru dalam tata kelola pemerintahan.
“Kita revisi agar lebih relevan. Pakta integritas juga kami sesuaikan dengan aturan hukum supaya semua pejabat bekerja sesuai koridor dan menghindari potensi pelanggaran,” imbuhnya.
Usai pengarahan dari Wali Kota, para pejabat mendapatkan materi tentang good governance dan clean governance serta penerapan merit system dari akademisi Universitas Brawijaya, Priya Djatmika.
Camat Pesantren, Judi Kuntjoro, menilai kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi pejabat struktural untuk memperkuat komitmen pelayanan publik. “Dengan adanya pakta integritas, kita akan lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah. Jangan tergoda iming-iming apa pun agar tidak terjerumus dalam KKN,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Qowimuddin, Pj Sekda M. Ferry Djatmiko, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, serta sejumlah undangan lainnya. (*)







