KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjamin pemenuhan gizi pelajar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menegaskan bahwa pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan terus ditambah secara bertahap.
“Yang akan segera mengoperasikan 16 SPPG di tahun ini, walaupun ada satu SPPG yang kemarin berhenti dan belum beroperasi lagi karena perbaikan infrastruktur,” ujar Slamet, Senin (12/1).
Menurut Slamet, Kota Malang telah memiliki perhitungan kebutuhan ideal SPPG untuk menjangkau seluruh pelajar. Targetnya, sebanyak 84 SPPG akan beroperasi secara penuh. Setiap SPPG diproyeksikan mampu melayani minimal 1.000 hingga maksimal 3.500 pelajar.
Ia menekankan perluasan SPPG ini tidak hanya berfokus pada jumlah, tetapi juga kesiapan operasional dan kualitas layanan. Untuk itu, Pemkot Malang membentuk Satgas SPPG yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah.
“Fokus satgas ini mengoordinir, membina, dan memetakan apa saja kelemahan serta kebutuhan pendukung SPPG. Anggotanya lintas dinas, mulai dari Dinsos, Dispangtan, Diskopindag, Dinas Perizinan, hingga DLH dan dinas terkait lainnya,” jelasnya.
Slamet juga memastikan, hampir seluruh SPPG saat ini sudah kembali beroperasi normal setelah sempat berhenti sementara pada awal tahun akibat libur panjang. “MBG ini akan terus berjalan karena menyangkut pemenuhan gizi anak-anak. Bahkan saat Ramadan pun tetap berjalan, hanya saja menunya disesuaikan,” katanya.
Ia menjelaskan, selama Ramadan menu MBG tidak berupa makanan basah, melainkan menu kering yang dapat dibawa pulang oleh pelajar. “Menunya seperti telur rebus atau sayuran yang tidak berkuah, sehingga tetap aman dan bermanfaat bagi anak-anak,” pungkas Slamet. (*)







