KabarBaik.co — Sebanyak 17 santri dan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diduga keracunan makanan. Mereka keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga kini puluhan korban masih menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan karena kondisi klinis yang memburuk.
Sementara itu, ratusan santri lainnya dengan gejala ringan masih dalam pemantauan tenaga medis di lingkungan pondok pesantren.
Peristiwa ini bermula setelah para santri menyantap paket makan siang yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menu yang disajikan berupa soto ayam, namun tampilannya dinilai berbeda dari soto pada umumnya.
“Daging ayamnya tidak disuwir, tetapi dicacah dan dicampur kecap pekat, mirip topping mi ayam,” ujar salah seorang santriwati.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan secara bertahap sejak Jumat malam. Para santri mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga demam.
Seiring bertambahnya jumlah korban dan memburuknya kondisi sebagian pasien, dilakukan evakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr Rohmatun Naja, membenarkan adanya lonjakan pasien sejak pukul 09.30 WIB.
“Benar, ada dugaan keracunan massal. Fokus kami saat ini adalah stabilisasi pasien, terutama yang mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare,” kata Rohmatun, dalam keterangannya Sabtu (10/1).
Berdasarkan data sementara, sebanyak 17 santri dan satu ustazah dirawat di Puskesmas Gondang. Korban lainnya dirujuk ke Puskesmas Pacet, Bangsal, Kutorejo, RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari, dan RS Sumberglagah. Selain itu, sekitar 100 santri dengan gejala ringan menjalani penanganan mandiri di area pondok pesantren di bawah pengawasan medis.
Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP/MTs hingga SMA/MA. Sejumlah siswa SMP dari kecamatan Kutorejo yang turut menerima distribusi makanan MBG juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi. Penelusuran difokuskan pada proses pengolahan dan distribusi makanan oleh SPPG.
Sampel makanan berupa soto ayam telah diamankan dan dibawa ke laboratorium kesehatan untuk diuji guna memastikan adanya kontaminasi bakteri patogen atau zat berbahaya lainnya.
Sementara itu, pengawasan medis ketat terus dilakukan untuk memastikan kondisi para santri berangsur membaik dan mencegah munculnya korban tambahan. (*)







