MBS dan Arsitektur Geopolitik Baru Timur Tengah–Asia

oleh -567 Dilihat
PRABOWO MBS scaled
Pertemuan Pangarean MBS dengan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto-Foto IST)

KabarBaik.co- Ketika Mohammed bin Salman (MBS) diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi, tidak banyak yang membayangkan bahwa kerajaan akan berubah secepat dan sedrastis ini. Dalam waktu relatif singkat, MBS bukan hanya membentuk ulang struktur ekonomi dan sosial Saudi, tetapi juga memosisikan negaranya sebagai salah satu poros baru dalam percaturan ekonomi-politik global.

Dan, di balik langkah geostrategis tersebut, terlihat semakin jelas hubungan strategis yang ia bangun dengan berbagai negara besar Asia—termasuk Indonesia.

Transformasi besar itu berpijak pada Vision 2030, program reformasi nasional yang oleh Arab News digambarkan sebagai “model transformasi ekonomi modern.” Dokumen resmi Vision 2030 merinci 92 indikator kinerja dan ratusan inisiatif terukur, mulai dari diversifikasi ekonomi hingga reformasi sosial dan regulasi.

Sejumlah analisis, termasuk dari CSIS, menunjukkan bahwa kontribusi sektor nonmigas meningkat tajam, sementara angka pengangguran berhasil ditekan dari 12,7 persen menjadi sekitar 8 persen hanya dalam lima tahun pertama implementasinya.

Vision 2030 membuat dunia memandang Saudi sebagai negara yang tengah membangun masa depan baru. Lebih dinamis, lebih terbuka, dan jauh lebih berpengaruh.

Salah satu motor utama perubahan ini adalah Public Investment Fund (PIF), lembaga yang oleh banyak media digambarkan sebagai “mesin investasi global” milik Saudi. Dengan nilai aset yang dilaporkan The National News mencapai USD 941,3 miliar, PIF menjadi instrumen utama MBS dalam menanam pengaruh ekonomi dan politik di berbagai sektor internasional. Mulai teknologi, energi hijau, klub sepak bola, kendaraan listrik, hingga proyek infrastruktur berskala raksasa.

PIF telah melahirkan 93 perusahaan baru dan menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja, menjadikan MBS bukan sekadar pemimpin negara, tetapi aktor besar dalam ekonomi global.

Hubungan Saudi dengan Amerika Serikat pun mengalami pembaruan strategis. Laporan Anadolu Agency menyebutkan kedua negara menandatangani 242 kesepakatan bernilai USD 557 miliar, mencakup sektor energi, pertahanan, teknologi, hingga pengembangan infrastruktur.

AP News menuliskan bahwa kunjungan MBS ke Gedung Putih memperkuat kemitraan generasi baru antara Riyadh dan Washington, menandai pergeseran hubungan yang lebih pragmatis dan visioner. Dengan langkah-langkah ini, posisi Saudi di peta geopolitik dunia meningkat secara signifikan.

Di kawasan Timur Tengah, MBS mengambil posisi diplomatik yang tegas sekaligus strategis. Normalisasi hubungan Saudi dengan Israel, yang belakangan menjadi wacana global, secara resmi hanya dapat terjadi jika berdirinya negara Palestina diakui dan perang di Gaza dihentikan. Republika menegaskan bahwa inilah syarat diplomatik resmi Saudi, suatu sikap yang membuat kerajaan menjadi suara paling penting dalam perdebatan dan penyelesaian konflik di kawasan.

Transformasi internal Saudi juga ditandai oleh proyek-proyek futuristik, terutama NEOM. Sebuah megaproyek yang disebut banyak media internasional sebagai eksperimen urban paling radikal di dunia. Di dalamnya terdapat The Line, kota linear sepanjang 170 kilometer yang dirancang tanpa mobil, tanpa polusi, dan sepenuhnya ramah lingkungan.

Proyek tersebut bukan sekadar pembangunan kota. Namun, menjadi simbol identitas baru Arab Saudi, yaitu berani, futuristik, dan berorientasi pada teknologi abad ke-21.

Hubungan dengan Indonesia

Dalam konteks Asia, salah satu hubungan yang berkembang paling cepat dan paling signifikan adalah antara Arab Saudi dan Indonesia. Di bawah kepemimpinan MBS, hubungan yang sebelumnya lebih banyak bertumpu pada aspek haji dan tenaga kerja kini berkembang menjadi kemitraan ekonomi, investasi, teknologi, dan layanan jemaah dalam skala besar.

Pemerintah Indonesia melalui Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa Saudi menyetujui paket investasi senilai USD 27 miliar, meliputi sektor kesehatan, energi, teknologi, pertahanan, dan infrastruktur. Bagi Indonesia, nilai tersebut bukan sekadar angka, melainkan pintu masuk ke jaringan ekonomi Timur Tengah yang selama ini sulit dijangkau.

Salah satu kontribusi paling bersejarah MBS bagi Indonesia adalah pemberian izin pembangunan “Kampung Haji Indonesia” di Makkah. Langkah ini berulang kali disebut sebagai hak istimewa yang amat langka, bahkan nyaris tidak pernah diberikan Saudi kepada negara mana pun sebelumnya.

Media nasional memberitakan bahwa Indonesia memperoleh izin membangun kawasan terpadu seluas sekitar 80 hektare. Berjarak sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. Bisa menampung hingga 200.000 jemaah. Kawasan tersebut mencakup hotel, klinik, pusat UMKM Indonesia, dapur umum, ambulans, gudang logistik, hingga area transit bus jemaah.

Jika kelak terwujud, Kampung Haji Indonesia akan menjadi fasilitas haji–umrah terbesar dan paling modern yang pernah diizinkan Saudi untuk dikelola oleh negara lain.

Dukungan terhadap proyek ini semakin kuat ketika Liga Muslim Dunia menyatakan akan melobi langsung MBS demi mempercepat pelaksanaannya. Pemerintah Indonesia kemudian menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan kawasan tersebut, langkah yang menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Saudi telah bergerak dari sekadar simbolik menjadi kemitraan strategis yang nyata dan konkret.

Selain proyek sipil, MBS juga membuka peluang kerja sama pertahanan dengan Indonesia. Dengan besarnya belanja militer Saudi dan ambisi mereka membangun industri pertahanan domestik, Indonesia berpotensi masuk dalam rantai suplai serta pengembangan teknologi pertahanan generasi baru.

Dengan Vision 2030, kekuatan finansial PIF, proyek futuristik seperti NEOM, diplomasi kawasan yang tegas, serta kemitraan ekonomi yang meluas ke negara-negara Asia, MBS telah menempatkan Arab Saudi sebagai kekuatan global baru. Dan dalam jaringan luas hubungan internasionalnya, kedekatan Saudi–Indonesia menjadi salah satu kemitraan paling strategis di Asia.

Proyek Kampung Haji Indonesia merupakan simbol paling nyata dari kepercayaan dan penghargaan tingkat tinggi yang diberikan Saudi, dan diberikan langsung oleh MBS kepada Indonesia. Kampung Haji bukan hanya proyek fisik, tetapi penanda era baru hubungan dua negara, yang kini bergerak dari persaudaraan religius menuju kemitraan ekonomi, sosial, dan geopolitik yang lebih mendalam dan berjangka panjang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.