Mei Ini! Menanti Plot Twist hingga Aroma Keganjilan di Akhir Musim Super League 2025/2026

oleh -278 Dilihat
SUPER LEAGUE LOGO

KabarBaik.co, Jakarta- Tinggal empat pertandingan tersisa, BRI Super League 2025/2026 memasuki babak paling tegang. Di puncak klasemen, Persib Bandung dan Borneo FC berdiri bahu-membahu dengan koleksi 69 poin masing-masing setelah 30 pertandingan.

Sejauh ini, Persib unggul tipis di posisi pertama berkat keunggulan head-to-head serta selisih gol yang nyaris identik (+34), sementara Borneo tampil sebagai tim paling produktif dengan 62 gol dicetak dan 22 kemenangan, rekor tertinggi di liga.

Persija Jakarta di peringkat ketiga dengan 62 poin masih mengintai, meski jarak tujuh poin membuat Si Macan Kemayoran itu memerlukan keajaiban total. Yakni, menyapu bersih sisa laga sambil berharap kedua rival tersebut kehilangan poin secara signifikan.

Persaingan juara makin panas karena jadwal sisa yang penuh tantangan. Persib akan menjamu PSIM Yogyakarta di kandang, bertandang ke markas Persija dan PSM Makassar, sebelum menutup di depan pendukung sendiri melawan Persijap Jepara.

Sementara Borneo menghadapi Persita Tangerang (kandang), Bali United (tandang), Persijap (tandang), dan Malut United (kandang). Laga krusial Persija versus Persib pada pekan ke-32 di Gelora Bung Karno diprediksi menjadi salah satu penentu nasib gelar.

Persib tampil sebagai favorit juara berkat kestabilan sepanjang musim. Tim asuhan Bojan Hodak hanya menelan tiga kekalahan, memperlihatkan mental juara lewat comeback epik 4-2 melawan Bhayangkara FC baru-baru ini. Saat tertinggal dua gol, Marc Klok dkk bangkit dengan gol dari Federico Barba, Berguinho, Beckham Putra Nugraha, hingga Adam Alis di menit akhir.

Kedalaman skuad yang solid, pengalaman para pemain senior, serta catatan pertahanan yang tangguh dengan hanya kebobolan sekitar 20 gol menjadi modal utama Maung Bandung. Shin Tae-yong (STY) pun pernah memprediksi Persib sebagai kampiun musim ini. Jika prediksi itu tidak meleset, maka Persib sukses trible winner.

Borneo FC, di sisi lain, adalah mesin serangan yang mematikan. Dengan daya gedor tinggi dan rekor kemenangan terbanyak, tim asal Samarinda ini mampu mencuri poin di mana saja. Namun, mereka sedikit lebih sering kehilangan poin di laga-laga penting dibanding Persib.

Head-to-head sepanjang musim ini cenderung berimbang, dengan Persib unggul di pertemuan putaran pertama. Siapa pun yang mampu mengelola rotasi skuad lebih baik dan memanfaatkan home advantage di pekan-pekan penutup berpeluang besar mengangkat trofi.

Pilu di Dasar Klasemen

Sementara di ujung lain klasemen, suasana jauh lebih kelam. PSBS Biak dengan hanya 18 poin dan Semen Padang di kisaran 20 poin sudah berada di ambang jurang degradasi. Kekalahan telak 0-7 PSBS dari Malut United beberapa waktu lalu menjadi pukulan berat yang sulit dipulihkan secara mental.

Sebagai juara Liga 2 musim lalu, Badai Pasifik kesulitan beradaptasi dengan intensitas Super League, ditambah performa away yang buruk dan masalah pencetakan gol. Dengan maksimal 12 poin yang bisa diraih dari empat laga tersisa, PSBS nyaris mustahil mengejar tim di atasnya.

Semen Padang juga terpuruk. Tim kebanggaan Sumatera Barat ini sering kesulitan mencetak gol—hanya satu gol dalam tiga laga terakhir di beberapa kesempatan—dan kerap kebobolan. Kekalahan dari Madura United serta hasil minor lainnya membuat Kabau Sirah semakin terbenam di zona merah.

Slot ketiga degradasi diprediksi akan menjadi rebutan ketat antara Persijap Jepara, Madura United, atau Persis Solo, yang semuanya masih saling berjarak tipis di kisaran 27-33 poin.

Faktor penentu di empat pekan terakhir ini sangat beragam. Kedalaman skuad menjadi keunggulan tim papan atas seperti Persib dan Borneo, yang mampu merotasi pemain tanpa penurunan performa signifikan. Sebaliknya, tim zona degradasi sering kali kekurangan opsi cadangan.

Head-to-head antar tim papan bawah akan sangat krusial karena bernilai enam poin langsung, sementara tekanan mental, dukungan suporter di laga kandang, serta isu cedera dan akumulasi kartu bisa menjadi pembeda. Jadwal tandang ke tim-tim kuat seperti Persebaya atau Dewa United juga menjadi momok bagi PSBS dan Semen Padang.

Tim Calon Pengganti

Sementara tiga tim di atas bersiap turun, Liga 2 (Pegadaian Championship) sedang memasuki fase penentuan dengan klasemen yang tak kalah dramatis. Berdasarkan update terkini setelah 26 pertandingan, tiga tim paling berpeluang promosi ke Super League musim depan adalah PSS Sleman dan Persipura Jayapura (sama-sama 53 poin di puncak Group B). Keduanya sangat dominan dan berhak atas tiket promosi langsung sebagai juara grup. Lalu, Barito Putera (50 poin, peringkat 3 Group B), tim ini berpeluang lolos lolos melalui jalur play-off.

Dari Group A, Garudayaksa FC (49 poin) dan Adhyaksa FC (48 poin) juga kuat, tapi persaingan di Group B jauh lebih menonjol. Ketiga tim dari Group B (PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan Barito Putera) saat ini menjadi kandidat terkuat menggantikan PSBS Biak, Semen Padang, dan satu tim lainnya yang terdegradasi.

Empat laga tersisa di Super League dan sisa pertandingan di Liga 2 ini bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi Persib dan Borneo, ini adalah kesempatan meraih gelar juara yang akan dikenang sepanjang masa. Bagi tim-tim di dasar klasemen, ini adalah pertarungan hidup dan mati untuk mempertahankan status di kasta tertinggi. Sementara di bawah, PSS Sleman, Persipura, dan Barito Putera sudah bersiap-siap menyambut panggung yang lebih besar.

Drama, kejutan, dan air mata hampir dipastikan mewarnai akhir musim BRI Super League 2025/2026. Siapa yang akan tersenyum di akhir, dan siapa yang harus berpisah dengan Liga 1? Semua jawaban akan ditentukan di lapangan hijau dalam Mei ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.