Memprihatinkan! Lapas Bojonegoro Overload, Bangunan Rawan Jebol dan Penjagaan Minim

oleh -416 Dilihat
WhatsApp Image 2025 07 23 at 20.41.41
Lapas Kelas IIA Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Kondisi Lapas Kelas IIA Bojonegoro semakin memprihatinkan. Dengan kapasitas ideal hanya 133 orang, lapas Bojonegoro kini menampung lebih dari 400 warga binaan.

Overload lebih dari tiga kali lipat ini tidak hanya membuat ruang gerak narapidana sempit, tetapi juga memunculkan potensi gangguan keamanan yang serius.

Lebih memprihatinkan lagi, kondisi bangunan fisik Lapas yang sudah tua dan rapuh. Dinding dan pagar sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan dan kerusakan. Sejumlah bagian bahkan dikabarkan rawan jebol jika terus dipaksa menahan beban penghuni yang melebihi kapasitas.

Ironisnya, penjagaan terhadap ratusan narapidana itu hanya dilakukan oleh enam orang petugas dari jajaran Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas). Rasio penjagaan yang sangat timpang ini jelas tidak sebanding dan bisa berisiko tinggi, baik terhadap keamanan dalam lapas maupun keselamatan petugas.

“Kondisi ini sangat tidak ideal. Kami sudah berusaha maksimal menjaga ketertiban, tapi secara sistemik, kami kekurangan personel dan infrastruktur,” ungkap Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca, Selasa (29/7).

Permasalahan ini bukan barang baru. Sejak tahun 2017, pihak Lapas Bojonegoro telah mengajukan permohonan relokasi Lapas di Lahan Lapas yang ada di Mojoranu, Dander ke Pemkab Bojonegoro. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata, bahkan setelah dua kali pergantian kepala daerah.

“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga menyangkut hak dasar para warga binaan dan keamanan publik,” harap Hari Winarca

Dengan kondisi yang semakin darurat ini, Hari berharap Pemkab Bojonegoro dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), agar relokasi lapas segera direalisasikan. Apalagi, tingginya angka perkara pidana di Bojonegoro juga berpengaruh pada meningkatnya jumlah penghuni lapas dari tahun ke tahun.

Sebelumnya, pada Rabu (23/7) sejumlah warga binaan di ruang tahanan Blok A4 dan A5, yang diketahui merupakan blok tahanan khusus kasus penyalahgunaan narkoba terjadi kericuhan antara warga binaan dengan petugas keamanan setelah sebelumnya dilakukan razia dan menemukan sabu seberat 364,58 gram dan 199 butir pil ekstasi yang disimpan di atas plafon. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.