Mengejutkan Dilantik Jadi Mensos, Ibarat Kartu Nama Gus Ipul Tidak Ada Matinya

oleh -1517 Dilihat
GUS IPUL
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (Foto NU Online)

KabarBaik.co- Nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mendadak melenting lagi dan mengejutkan publik. Hari ini (11/9), Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Gus Ipul sebagai Menteri Sosial (Mensos) setelah Tri Rismaharini mengundurkan diri. Risma mundur lantaran maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024 dari PDIP.

“Hari ini, Rabu, 11 September 2024, pukul 09.00 WIB, Bapak Presiden diagendakan akan melantik Bapak Saifullah Yusuf sebagai Menteri Sosial untuk sisa masa jabatan tahun 2019-2024,” kata Ari Dwipayana, koordinator Staf Khusus Presiden l dalam keterangannya, Rabu (11/9/2024).

Sebetulnya, jabatan menteri bukan hal baru bagi Gus Ipul.  Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Gus Ipul sudah menduduki kursi menteri. Yakni, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) pada 2004.

Namun, pada 2007, Gus Ipul dicopot SBY dari posisi menteri PDT itu imbas perubahan konstelasi politik parpol koalisi pemerintah. Terutama di tubuh PKB. Gus Ipul yang semula kader PKB dan menjabat sebagai Sekjen karena konflik, akhirnya berlabuh ke PPP dengan Ketua Umum Suryadharma Ali ketika itu. Selanjutnya, Gus Ipul digantikan oleh Lukman Edy sebagai menteri PDT.

Sebelum jadi menteri, Gus Ipul lebih dulu menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor.  Artinya, sejauh itu Gus Ipul banyak menghabiskan perjalanan karirnya di pusat.

Lepas kursi menteri, Gus Ipul pun “turun kasta” . Berputar haluan ke daerah. Tidak lagi berkiprah di level nasional. Dia menjadi wakil gubernur Jatim selama dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo (2009-2019).

Belum akhir masa jabatan sebagai Wagub Jatim, Gus Ipul running di Pilgub Jatim 2018. Awalnya, dia akan berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas yang kini jadi Menteri PAN-RB. Namun, di tengah jalan, akhirnya Gus Ipul bergandengan dengan Puti Guntur Soekanoputri. Keduanya diberangkatkan oleh PKB, PDIP, PKS, dan Gerindra. Lawannya, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, PAN, Nasdem, dan Hanura.

Tapi, pasangan Gus Ipul-Puti kalah. KPU Jatim menetapkan pasangan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wagub Jatim terpilih periode 2018-2023. Pasangan Khofifah-Emil memperoleh 10.465.218 suara atau 53,55 persen. Sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti meraih 9.076.014 suara atau 46,5 persen.

Gagal menjadi Gubernur, secara mengejutkan Gus Ipul memilih maju sebagai calon Wali Kota Pasuruan pada 2020. Di Pilkada Kota Pasuruan serentak 2020 itu diikuti dua pasangan calon. Pasangan nomor 01 Gus Ipul-Adi Wibowo diusung PKB, Golkar, PAN, PKS, dan PPP.

Lalu, pasangan nomor 02 Raharto Teno Prasetyo dan M. Hasjim Asjari diusung PDIP, Nasdem, Hanura, Gerindra. Dalam rekapitulasi suara, pasangan nomor 01 memperoleh sebanyak 73.236 suara atau 67,9 persen dan pasangan nomor 02 memperoleh 34.572 suara atau 32,0 persen.

Yang menarik, pada awal 2021, Gus Ipul pun dilantik oleh Gubernur Khofifah yang tidak lain rival politiknya di Pilgub Jatim 2018. Saat itu, dalam beberapa kali kesempatan, Gus Ipul berseloroh. ”Kalau Pak Jokowi itu melangit karena dari wali kota menjadi Presiden, saya itu membumi. Dari menteri menjadi wali kota.”

“Akrobatik” politik Gus Ipul yang terbilang mengejutkan masih berlanjut. Sudah cukup lama aktif di tataran regional Jatim, ia melenting lagi ke pusat. Dia terpilih sebagai Sekjen PBNU periode 2021-2026 mendampingi Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf hasil Muktamar Lampung, Sumatera Selatan.

Kini, rupanya nama Gus Ipul membuat kejutan lagi. Ia dilantik menjadi Mensos di sisa jabatan Jokowi yang sudah akan purnatugas pada 20 Oktober mendatang atau tinggal sekitar sebulan lagi.

Nah, apakah jabatan Mensos Gus Ipul itu tetap dipertahankan di era Presiden Prabowo Subianto yang dilantik 20 Oktober nanti? Ataukah ada kejutan berikutnya?  Yang jelas, karena jejak langkah tersebut, banyak kalangan pun mengibaratkan nama Gus Ipul sebagai kartu yang tidak ada matinya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.