Mengenal Elza Nikma Yunita, Dari Jombang Daftar Bakal Calon Ketua KOPRI PKC PMII Jatim

oleh -641 Dilihat
946bee1f 7cf8 4234 bbf0 aac8b84a21f5
Elza Nikma Yunita. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Mengenakan almamater biru khas kampus, Elza Nikma Yunita, perempuan muda asal Jombang, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur.

Langkah ini menjadi awal baru bagi Elza, santri sekaligus aktivis muda yang dikenal vokal dalam isu perempuan dan pendidikan. Lahir di Jombang pada 15 Juni 2001, Elza mengawali kiprahnya dari dunia pesantren, tepatnya di Pondok Pesantren As-Sa’idiyyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, sebelum melanjutkan studi ke Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng.

Tak hanya itu, ia kini tengah menempuh studi magister di UIN Syekh Wasil Kediri dengan konsentrasi Ilmu Ekonomi Syariah.

“Pendidikan itu ruang pertama perjuangan perempuan. Saya ingin membuktikan, menjadi santri tidak membatasi kita untuk berpikir progresif dan mengambil langkah spartan,” ujar Elza saat dikonfirmasi Jumat (30/5).

Elza bukan sosok baru dalam dunia organisasi. Karir kaderisasinya di PMII dimulai dari tingkat Rayon, lalu Komisariat, hingga Cabang. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Hasyim Asy’ari Unhasy Tebuireng Jombang periode 2022–2023.

Jabatan ini membuatnya bertanggung jawab memimpin kader PMII di seluruh kampus, bukan hanya tingkat fakultas.

Kiprahnya berlanjut saat didapuk sebagai Sekretaris KOPRI PC PMII Jombang (2024–2025). Pengalaman itulah yang menjadi modal penting Elza untuk melangkah ke level lebih tinggi di PMII Jatim.

Maju sebagai bakal calon Ketua KOPRI PKC PMII Jatim, Elza mengusung visi besar: “KOPRI PKC PMII Jawa Timur sebagai ruang aman, inklusif, dan progresif bagi perempuan muda untuk tumbuh, memimpin, dan memberi dampak nyata dalam perubahan sosial di era digital.”

Visi ini ditopang lima misi strategis: penguatan kepemimpinan progresif, keadilan gender, kaderisasi adaptif, solidaritas strategis, dan optimalisasi teknologi digital.

Menurut Elza, perjuangan perempuan saat ini harus bertumpu pada fondasi ideologis yang kokoh yakni Islam progresif, feminisme kritis, dan literasi digital taktis. Ia banyak merujuk pemikiran KH Husein Muhammad, Musdah Mulia, Nancy Fraser, hingga Silvia Federici.

“Islam tidak pernah membungkam perempuan. Islam datang membebaskan,” tegasnya.

Elza juga menyoroti pentingnya penguasaan ruang digital. Ia menilai, narasi dan identitas perempuan kerap dikendalikan dan dieksploitasi di media digital. Oleh karena itu, teknologi menurutnya harus menjadi alat perjuangan kolektif perempuan.

“Jika dulu perempuan berjuang di panggung dan ruang kelas, hari ini kita bisa memperjuangkan nilai melalui layar gadget,” ujarnya.

Bagi Elza, organisasi bukan sekadar tempat berhimpun, tetapi bisa menjadi wadah politik etis perempuan yang siap bertarung di berbagai medan perjuangan.

“Perempuan tidak hanya butuh tempat untuk tumbuh, tapi juga ruang untuk memimpin. KOPRI harus jadi tempat itu,”pungkasnya.

Dari kota kecil Jombang, Elza membawa semangat perempuan muda sadar diri, sadar zaman, dan siap memberi dampak nyata. Ia tidak datang membawa janji kosong, tapi menawarkan agenda ideologis berbasis pengalaman dan pengabdian.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.