Mentan Optimistis Stok Beras Nasional Tembus 5,5 Juta Ton Akhir Mei

oleh -194 Dilihat
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat kunjungi Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Bumi Maspion Gresik, Jawa Timur.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat kunjungi Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Bumi Maspion Gresik, Jawa Timur.

KabarBaik.co, Gresik – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyebut stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan dan dialog terkait swasembada pangan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari, Bumi Maspion Gresik, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Mentan hadir bersama Direktur Utama Perum Bulog, jajaran Satgas Pangan, Kepala Bulog Divre Jawa Timur, kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) atau klompencapir, hingga perwakilan BEM mahasiswa.

Di hadapan peserta dialog, Amran mengungkapkan bahwa stok beras nasional kini telah menyentuh angka 5,3 juta ton dan diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai 5,5 juta ton pada akhir bulan ini.

“Hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini tertinggi sejak republik ini merdeka,” ujarnya di sela-sela acara dialog, Rabu (13/5).

Menurut Amran, capaian tersebut menjadi indikator kuat membaiknya ketahanan pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menilai kesejahteraan petani menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara pertumbuhan sektor pertanian disebut melonjak dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen.

“Ini bukan asumsi, tapi berdasarkan data. Produksi nasional juga diakui lembaga internasional seperti FAO dan lembaga dari Amerika Serikat,” katanya.

Amran menjelaskan, sejumlah lembaga nasional maupun internasional memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34 hingga 36 juta ton. Menurutnya, capaian itu menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian nasional yang signifikan.

Ia juga membandingkan kondisi saat ini dengan era swasembada pangan tahun 1984 ketika Indonesia mendapatkan penghargaan dari FAO pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Saat itu, stok beras tertinggi berada di angka 2,6 juta ton.

“Kalau dulu tertinggi 2,6 juta ton saat Indonesia mendapat penghargaan FAO tahun 1984, sekarang kita mencapai 5,3 juta ton,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Amran turut menyinggung kondisi pangan global dan pupuk nasional. Ia memastikan ketersediaan pupuk di Indonesia dalam kondisi aman, bahkan surplus hingga mampu diekspor ke sejumlah negara.

Menurutnya, Pemerintah Australia sempat menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden Prabowo atas bantuan pupuk dari Indonesia. Selain itu, India juga disebut meminta pasokan pupuk hingga 500 ribu ton.

“Pupuk kita bukan hanya cukup, tapi surplus. Bahkan kita sudah mulai ekspor,” ujarnya.

Selain sektor pangan dan pupuk, Amran juga memastikan subsidi energi pemerintah tetap terkendali. Ia menyebut harga subsidi, termasuk LPG, relatif stabil meski tantangan distribusi di negara kepulauan masih cukup besar.

“Kita bersyukur subsidi tidak naik. Memang ada beberapa wilayah yang terkendala distribusi karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas,” katanya.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergisitas antara petani, Bulog, pemerintah daerah, hingga mahasiswa dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendorong percepatan swasembada pangan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.