Menyulap Pesisir Jadi Lumbung Gizi, Proyek 35 Kampung Nelayan Merah Putih Segera Rampung

oleh -129 Dilihat
nelayan merah putih
Di Jawa Timur sendiri, empat titik utama—yakni KNMP Leteng, Pujiharjo, Dapenda, dan Bulumeduro—kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

KabarBaik.co – Wajah pesisir Indonesia sedang bersiap bersolek. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan pembangunan 35 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I. Tak sekadar renovasi fisik, proyek ini digadang-gadang menjadi jantung baru bagi ketahanan pangan nasional.

Hingga pertengahan Januari 2026, denyut pembangunan di 14 provinsi menunjukkan progres yang menggembirakan. Secara rata-rata, pengerjaan infrastruktur telah melampaui angka 80 persen. Di Jawa Timur sendiri, empat titik utama—yakni KNMP Leteng, Pujiharjo, Dapenda, dan Bulumeduro—kini memasuki tahap penyelesaian akhir.

“Seluruh pembangunan tahap satu kami targetkan tuntas pada akhir Januari ini. Khusus untuk lokasi yang sempat terdampak bencana, kami beri ruang hingga paling lambat Februari 2026,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksana Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, Selasa (13/1).

​Ambisi besar di balik KNMP bukan hanya soal estetika desa, melainkan menjadikannya sebagai Hub Protein. KKP ingin memastikan bahwa hasil laut dari tangan nelayan lokal bisa langsung menyokong program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, geliat ekonomi itu sudah mulai terasa. Fasilitas mobil pendingin di KNMP setempat bahkan telah digunakan untuk memobilisasi ikan berkualitas ekspor menuju pasar Arab Saudi. Keberadaan gudang beku (cold storage) di setiap titik KNMP nantinya akan saling terhubung sebagai rantai logistik protein yang solid.

“Harapan kami, gudang-gudang beku ini menjadi pemasok utama protein ikan untuk kegiatan MBG. Kita interkoneksikan langsung dengan dapur-dapur umum program Presiden,” tambah Trian.

​Selain urusan gizi, KNMP dirancang untuk menghidupkan ekonomi pesisir. Ikan hasil tangkapan tidak hanya akan bermuara di piring program MBG, tapi juga diintegrasikan dengan sektor pariwisata dan industri kuliner lokal.

Agar harga tidak jatuh saat panen melimpah, KKP telah menyiapkan sistem off-taker atau pembeli siaga. Dengan adanya kepastian serapan pasar, nelayan tidak lagi dibayangi ketakutan akan harga yang tidak stabil.

“Kami juga memperkuat kelembagaannya. Para nelayan didorong bergabung dalam kelompok pengelola agar operasional di lapangan lebih tertata. Komunikasi dengan Kepala Dinas dan para pembeli siaga pun sudah kami mantapkan,” tegas Trian.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Ia menegaskan bahwa KKP akan terus mengawal ketersediaan protein ikan berkualitas dari hulu ke hilir, memastikan setiap anak bangsa mendapatkan asupan gizi terbaik langsung dari kekayaan laut Indonesia.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.