KabarBaik.co – Group Hadrah Nahdlatus Syubban yang bermarkas di Musholla Al Hasan, Desa Tambak Oso Waru, Sidoarjo merayakan milad pertamanya dengan menggelar pembacaan salawat Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung pada Selasa (31/12) malam usai Salat Isyak ini juga menjadi bagian dari perayaan malam tahun baru Masehi sekaligus menyambut bulan Rajab.
Dibuka oleh Ustadz Nur Kholis, Ketua Dewan Pembina Majelis Taklim dan Salawat Bumi Damai Al Hasan sekaligus pembina Hadrah Nahdlatus Syubban, acara ini dihadiri oleh jamaah Dalailul Khairot, masyarakat umum, serta para santri. Hadir juga Habib Mubarrok Al Kaff dari Sukodono Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Ustadz Nur Kholis mengungkapkan tujuan mulia dari kegiatan ini.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk merayakan milad satu tahun berdirinya Hadrah Nahdlatus Syubban, tetapi juga sebagai upaya mengisi malam tahun baru Masehi dengan kegiatan yang positif. Apalagi, malam tahun baru kali ini bertepatan dengan malam masuknya bulan Rajab, sehingga momentum ini sangat istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui lantunan shalawat, juga untuk menghidupkan kemuliaan dan keagungan bulan Rajab,” tutur Nur Kholis.
Tema yang diusung, Membumikan Shalawat Mengikis Maksiat menjadi pesan utama acara ini. Imron Hamzah, pembina sekaligus pelatih Hadrah Nahdlatus Syubban mengapresiasi semangat para santri yang tergabung dalam grup hadrah tersebut.
“Selama satu tahun ini, para santri menunjukkan kemajuan luar biasa. Mereka memiliki semangat tinggi dalam menguasai berbagai alat rebana dan Insya Allah sudah layak untuk tampil di depan umum,” ungkap Imron yang berdomisili di Kupang Krajan, Surabaya.
Ketua Group Hadrah Nahdlatus Syubban, Nadjibullah juga mengungkapkan harapannya untuk tahun mendatang. “Kami ingin acara ini menjadi ajang mengajak masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk mencintai dan gemar membaca shalawat. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih meriah lagi, mengingat Hadrah Nahdlatus Syubban sudah memasuki tahun keduanya,” ujar Nadjibullah.
Acara shalawatan yang berlangsung khidmat mencapai puncaknya saat lantunan Salawat Mahallul Qiyam. Para jamaah berdiri serentak, menengadahkan tangan, dan berdoa memohon rahmat serta syafaat Nabi Muhammad SAW. Aroma semerbak wangi memenuhi halaman Musholla Al Hasan ketika para jamaah mendapatkan olesan minyak wangi dari anggota Hadrah Nahdlatus Syubban.
Nur Kholis dalam tausiyahnya mengingatkan pada para santri yang tergabung dalam Hadroh Nahdlatus Syubban terus giat dalam berlatih, jangan sampai patah tetapi jika nanti misalnya Hadrah Nahdlatus Syubban sudah besar jangan sampai besar kepala dan jangan berhenti untuk terus belajar.
“Dengan suksesnya acara ini, Hadrah Nahdlatus Syubban membuktikan bahwa malam pergantian tahun dapat diisi dengan kegiatan yang penuh makna, memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menjadikan shalawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutup Nur Kholis.(*)