Minat Kerja di TPS 3R Balak Menurun, Pemilahan Sampah Banyuwangi Terkendala Tenaga Manusia

oleh -86 Dilihat
TPS 3R Balak
Pemilahan sampah di TPS 3R Balak

KabarBaik.co, Banyuwangi – Minat masyarakat bekerja di sektor pengolahan sampah TPS 3R Balak mulai menurun. Kondisi tersebut membuat proses pemilahan sampah belum bisa berjalan maksimal, di tengah perluasan layanan pengelolaan sampah ke semakin banyak desa.

Kepala UPT Pengelolaan Persampahan DLH Banyuwangi, Amrulloh mengatakan, kendala utama saat ini bukan hanya soal kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga, tetapi juga keterbatasan tenaga pemilah di TPS 3R Balak.

“Sekarang animo masyarakat untuk menjadi pekerja TPS Balak ini sedang menurun. Dulu awal operasi kami butuh 11 orang, yang melamar sampai puluhan bahkan lebih dari 100 orang. Sekarang butuh tiga orang saja, yang melamar sedikit dan yang datang wawancara kadang hanya dua orang,” kata Amrulloh.

Saat ini total pekerja di TPS 3R Balak sekitar 100 an orang. Sebanyak 24 diantaranya adalah pekerja pemilahan sampah yang didominasi ibu-ibu. Pada pos kerja pemilihan inilah yang kini paling dibutuhkan, namun sepi peminat.

Menurut dia, keterbatasan tenaga kerja membuat pengolahan sampah harian belum optimal. Saat ini TPS 3R Balak menerima sekitar 55 ton sampah per hari yang bersumber dari 12 ribu rumah tangga. Jumlah tersebut terus meningkat seiring bertambahnya wilayah layanan.

“Awalnya TPS 3R Balak diproyeksikan melayani 44 desa di 6 kecamatan. Kini cakupannya telah berkembang menjadi 70 desa di 9 kecamatan dan terus dikembangkan,” ujarnya.

Terhitung sejak TPS ini beroperasi pada tahun 2023, tercatat total 15.304 ton sampah berhasil dikumpulkan hingga akhir April 2026.

Dari jumlah tersebut, 8.548 ton merupakan sampah organik yang telah dikelola melalui berbagai metode pengolahan seperti komposting dan pengolahan berbasis TPS.

Sementara itu, 3.623 ton sampah anorganik berhasil dikelola melalui kegiatan pemilahan, daur ulang, dan kemitraan dengan sektor pengelola material daur ulang.

Contohnya adalah RDF atau Refuse Derived Fuel sebagai bahan bakar alternatif untuk industri semen. Produksi TPS 3R Balak telah empat kali dikirim ke pabrik semen di Tuban dengan total pengiriman sekitar 60 ton.

“Yang penting bagi kami bagaimana sampah ini bisa habis dan tidak semuanya dibawa ke TPA sehingga lingkungan lebih bersih,” kata Amrulloh.

Amrulloh menyebut akhir tahun ini, DLH Banyuwangi menargetkan tambahan 39 desa baru masuk dalam layanan pengolahan sampah fase ketiga yang akan di bangun di Karetan Purwoharjo. Dengan penambahan itu, total desa layanan nantinya mencapai 159 desa hingga akhir 2028.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.