KabarBaik.co, Jember – Persoalan sampah di Kabupaten Jember kini memasuki tahap krusial. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), volume sampah di Jember mencapai 1.046,35 ton per hari, namun kapasitas pengolahan yang ada saat ini baru menyentuh angka 19,78 ton per hari.
Kesenjangan yang lebar ini menuntut langkah strategis dan kolaboratif dari seluruh pihak.
Menyikapi hal tersebut, DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam manajemen limbah.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menekankan bahwa edukasi masif menjadi kunci utama. Menurutnya, penumpukan sampah bukan sekadar masalah estetika atau bau tak sedap, melainkan ancaman bagi berbagai sektor vital.
“Sampah ini berdampak luas. Bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga mengancam sektor pertanian hingga pariwisata. Sosialisasi ini adalah upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem lingkungan,” ujar Bambang, Kamis (7/5).
Sejalan dengan pusat, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menegaskan bahwa pengelolaan sampah terintegrasi kini menjadi prioritas nasional sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah transformasi sampah menjadi sumber energi terbarukan.
“Presiden Prabowo sudah tegas menginstruksikan agar sampah segera dikelola secara profesional, khususnya dialihkan menjadi sumber energi,” jelas Halim.
Halim memaparkan beberapa poin strategis yang harus segera diimplementasikan di Jember,
“Masyarakat didorong memilah sampah sejak dini. Sampah organik, misalnya, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian,” katanya.
Selain itu, politisi Gerindra itu juga meminta Pemkab Jember untuk mewajibkan hotel dan restoran untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Langkah ini diambil karena kedua sektor tersebut merupakan penyumbang sampah dalam skala besar.
“Kami mendorong Pemkab Jember berinisiasi dengan perguruan tinggi untuk menentukan kebijakan pengelolaan yang tepat. Tujuannya agar penanganan sampah benar-benar berjalan efektif dari hulu hingga ke hilir,” pungkasnya. (*)






