Minat Warga Jombang Bekerja ke Luar Negeri Terus Naik, 683 PMI Berangkat Sepanjang 2025

oleh -13 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 27 at 1.09.15 PM
Kantor Disnaker Jombang (istimewa)

KabarBaik.co — Antusiasme warga Jombang untuk bekerja di luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini tercermin dari jumlah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jombang yang kian bertambah.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang mencatat sepanjang tahun 2024 sebanyak 655 warga diberangkatkan untuk bekerja ke berbagai negara tujuan. Jumlah tersebut kembali meningkat pada 2025 dengan total 683 PMI.

Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdiyanto mengatakan bahwa seluruh PMI yang tercatat dalam data resmi diberangkatkan melalui mekanisme yang sah dan sesuai prosedur.

“Semua PMI yang terdata ini berangkat secara legal melalui perusahaan penempatan yang telah mengantongi izin resmi,” ujar Isawan, Selasa (27/1).

Menurut Isawan, di Jombang terdapat sekitar 110 perusahaan penempatan PMI yang beroperasi secara resmi dan menjadi mitra dalam proses pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri.

Adapun bidang pekerjaan yang digeluti para PMI tersebut cukup beragam. Tidak hanya sektor domestik seperti asisten rumah tangga, tetapi juga sektor formal, mulai dari industri pabrik hingga konstruksi.

“Bidang kerjanya bermacam-macam, tidak hanya sektor rumah tangga, tetapi juga industri, pertukangan, dan konstruksi,” kata Isawan.

Ia menegaskan, data yang dihimpun Disnaker Jombang hanya mencakup PMI yang berangkat secara prosedural. Sementara itu, PMI nonprosedural baru akan tercatat apabila menghadapi persoalan di negara penempatan.

“Yang tercatat di Disnaker adalah PMI legal. Kalau yang nonprosedural, biasanya baru masuk data saat ada kasus dan tercatat sebagai PMIB,” jelasnya.

Untuk mencegah keberangkatan ilegal, Disnaker Jombang secara aktif melakukan verifikasi calon PMI melalui Sistem Komputerisasi Pelayanan Penempatan PMI (Sisko P2MI). Seluruh proses seleksi dilakukan secara daring guna memastikan calon pekerja memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Verifikasi calon PMI kami lakukan secara online melalui Sisko P2MI,” ungkap Isawan.

Selain itu, pengecekan perjanjian penempatan hingga kelengkapan dokumen juga dilakukan melalui sistem tersebut sebelum PMI diberangkatkan ke luar negeri.

Di sisi lain, Disnaker Jombang juga terus mengintensifkan sosialisasi terkait prosedur resmi penempatan PMI. Edukasi ini menyasar berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, lembaga pendidikan, hingga melalui pemanfaatan media resmi milik pemerintah.

“Sosialisasi ke sekolah-sekolah sangat penting agar calon tenaga kerja sejak dini memahami jalur resmi dan aman untuk bekerja ke luar negeri,” pungkas Isawan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.