KabarBaik.co, Sentul- Persaingan dua tiket sisa final four Proliga 2026 sektor putri kian menegangkan. Hitung-hitungan poin belum benar-benar aman hingga pekan terakhir. Di antara riuh persaingan itu, sorotan antara lain tertuju pada satu nama. Yolla Yuliana, sang kapten yang kini memimpin perjuangan Jakarta Livin Mandiri menembus empat besar lewat lubang sempit bak lubang jarum.
Livin Mandiri baru mengoleksi 16 poin dari 10 laga. Artinya, dua pertandingan tersisa mau tidak mau harus disapu bersih. Tak ada ruang untuk kalah.
Harapan fans bertumpu pada pengalaman panjang Yolla. Lahir di Bandung, 16 Mei 1994, middle blocker setinggi sekitar 180 cm itu bukan nama baru di pentas voli nasional. Dia meniti karier profesional sejak remaja, memperkuat sejumlah klub elite Proliga seperti Jakarta Elektrik PLN, Jakarta BNI 46, hingga Bandung BJB Tandamata. Gelar juara Proliga 2014 dan 2022 menjadi satu bukti konsistensinya di level tertinggi.
Jam terbangnya tak berhenti di dalam negeri. Yolla sempat mencatat sejarah sebagai salah seorang pemain Indonesia yang merasakan atmosfer liga profesional Jepang bersama Tokyo Sunbeams. Pengalaman luar negeri itu tentu membentuk mental tandingnya. Disiplin, cepat membaca permainan, serta berani mengambil keputusan di momen krusial.
Di tim nasional, Yolla mengabdi lebih dari satu dekade sejak level junior, menyumbang medali SEA Games, hingga dipercaya mengenakan ban kapten. Karakter kepemimpinan itu kini terasa nyata di Livin Mandiri. Saat tim goyah, Yolla kerap menjadi penenang. Saat tertinggal, ia yang sering berteriak membakar semangat.
Baca Juga: Dari Lapangan ke Bench, Aura Teh Kiwil Wilda Siti Nurfadhilah Masih Menyala di Proliga 2026
Secara matematis, jalan Livin memang terjal. Mereka lebih dulu harus menghadapi Bandung BJB Tandamata (22 Februari) , tim yang meski tersingkir tetap berpotensi menjegal. Setelah itu, laga penutup melawan Jakarta Electric PLN Mobile yang mengoleksi 18 poin. Laga ini dipastikan berubah menjadi partai hidup-mati. Siapa menang, melaju. Siapa kalah, pulang.
Di sisi lain, Jakarta Popsivo Polwan berada di posisi lebih nyaman untuk mendapatkan satu tiket final four. Mungkin tanpa berdarah-darah seperti Pertamina Enduro dan Electric PLN. Dengan 17 poin, mereka hanya butuh satu kemenangan sempurna atas Medan Falcons (27/2) untuk mengunci tiket dan meraup 20 poin. Tapi, jika Popsivo Polwan kalah, tentu jadi plot twist terbesar musim ini. Sebab, Medan Falcons tidak pernah meraih kemenangan dari sebelas laga mereka.
Baca Juga: Skenario Unik Proliga 2026: Kalah Pun Gresik Phonska Plus Bisa Juara Reguler
Yang jelas, bagi Livin Mandiri, semua skenario itu membuat beban semakin berat. Tapi, di tengah tekanan, sosok Yolla diharapkan dapat memberi alasan untuk tetap percaya. Dengan segudang pengalaman, ketenangan seorang senior, serta jiwa kapten yang tak mudah runtuh, bakal menjadi jangkar sekaligus nyawa permainan.
Kini, nasib Livin Mandiri tak sekadar soal angka-angka di klasemen. Namun, masalah mental baja dan tekad kuat Yolla Yuliana sebagai kapten yang tertuntut untuk enuntun timnya melewati jalan sempit atau lubang jarum menuju lubang besar final four. (*)






