Penting & Menarik:
- Ambang aman degradasi dipatok 34–36 poin berdasarkan dua musim terakhir, sehingga Persis harus mengumpulkan setidaknya 24–26 poin tambahan dari 16 laga.
- Kedatangan Luka Dumancic jadi sinyal perubahan, karena lini belakang dianggap titik lemah utama dan butuh perbaikan cepat agar target poin superberat bisa terkejar.
KabarBaik.co– Persis Solo menghadapi tantangan super berat di Super League 2025/2026. Hingga pekan ke-18, Laskar Sambernyawa masih terbenam di dasar klasemen dengan koleksi 10 poin, posisi yang membuat ruang kesalahan, nyaris tak ada lagi. Dengan hanya 16 laga tersisa, Persis dituntut melakukan lonjakan performa drastis jika ingin lolos dari jerat degradasi.
Situasi ini menjadi sorotan mengingat Persis Solo merupakan klub milik Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho. Semua tahu, dua dari tiga nama itu merupakan tokoh besar negeri ini. Namun, realitas keras persaingan liga, di mana nama besar di luar lapangan, tak selalu berbanding lurus dengan hasil di atas rumput hijau.
Secara kalkulasi matematis, peluang Persis memang belum ”kiamat”. Namun, data dan tren menunjukkan bahwa misi ini berada di level sangat sulit. Mengacu pada klasemen akhir Super League atau Liga 1 dalam dua musim terakhir, tim yang finis di peringkat 16, batas aman degradasi, rata-rata mengoleksi 34–36 poin. Artinya, Persis harus meraih setidaknya 24–26 poin tambahan dari 16 laga tersisa, atau setara dengan rata-rata 1,5–1,7 poin per pertandingan.
Target tersebut kontras dengan performa Persis Solo di putaran pertama. Jika dihitung hanya mencatatkan rata-rata 0,56 poin per laga. Untuk bertahan, maka Persis harus meningkatkan produktivitas poin hampir tiga kali lipat, sebuah lonjakan yang menuntut konsistensi tinggi, stabilitas mental, serta kontribusi maksimal dari seluruh elemen tim. Kalaupun tidak boleh disebut sebuah keajaiban.
Tantangan Persis kian berat jika melihat komposisi lawan di putaran kedua. Dari 16 laga tersisa, mereka masih harus menghadapi tim-tim papan atas seperti Bali United, PSM Makassar, Arema FC, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, hingga Dewa United. Sebagian besar laga tersebut juga harus dijalani di kandang lawan, kondisi yang secara statistik menurunkan peluang meraih poin penuh.
Sementara itu, peluang realistis kemenangan Persis sedikit terbuka saat menghadapi tim-tim papan tengah dan bawah seperti PSIM Yogyakarta, Persik Kediri, Semen Padang, Persita Tangerang, hingga Bhayangkara Presisi. Namun, jumlah laga dalam kategori ini terbatas. Artinya, hampir setiap pertandingan kontra rival langsung degradasi akan berstatus “final” bagi Persis.
Secara estimasi, Persis diproyeksikan hanya mampu meraih 3–6 kemenangan dari 16 laga tersisa, Itupun jika terjadi perbaikan performa signifikan pascaparuh musim. Dengan tambahan beberapa hasil imbang, total poin akhir diperkirakan berada di kisaran 32–36 poin, angka yang masih berada di zona abu-abu dan sangat bergantung pada hasil tim-tim pesaing.
Situasi tersebut membuat fase awal putaran kedua menjadi krusial. Jika Persis gagal mengamankan minimal 8 poin dari lima laga pertama, peluang bertahan diprediksi merosot drastis. Tekanan psikologis, kedalaman skuad yang relatif terbatas, serta ketatnya persaingan di papan bawah menjadi variabel yang semakin mempersempit jalan keluar.
Di tengah keterbatasan, Persis Solo masih memiliki satu senjata utama. Yakni, semangat bertahan hidup. Setiap poin akan bernilai mahal. Super League 2025/2026 pun berubah menjadi panggung pertaruhan bagi Persis Solo. Enam belas laga tersisa akan menentukan satu hal Kebangkitan heroik Laskar Sambernyawa atau akhir pahit di jurang degradasi, setelah pada musim sebelumnya juga dalam kondisi tidak baik-baik saja.
Tambah Amunisi Baru
Sementara itu, terbaru Persis Solo mendaratkan bek Luka Dumancic untuk menambah kekuatan lini belakang dalam mengarungi kompetisi paruh kedua BRI Super League 2025/2026. Dikutip dari laman resmi klub, Selasa (27/1), Dumancic sebelumnya memperkuat liga kasta tertinggi Lithuania FK Zalgiri Vilnus dan diikat Persis Solo hingga akhir musim ini.
Dumancic mengungkapkan perasaannya bisa bergabung dengan Persis Solo dan mengucapkan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk membela Laskar Sambernyawa. “Tentunya sangat senang bisa memperkuat Persis Solo. Klub ini adalah salah satu klub yang sangat profesional di Indonesia. Saya tidak sabar untuk segera bermain bagi Persis Solo,” ungkap Dumancic.
Pemain berkebangsaan Kroasia tersebut mengatakan tujuan dia bergabung dengan Persis Solo adalah untuk membawa tim ini kembali bersaing di Super League. Dumancic yakin hal tersebut tidak akan mudah, namun dirinya optimis dengan jika ia beserta rekan-rekan setimnya bisa membawa keluar Persis Solo dari zona degradasi.
Ia berharap kepada para pemain, jajaran tim pelatih dan ofisial untuk tetap percaya diri dan yakin jika Persis Solo bisa melalui momentum kurang baik ini, dengan tekad yang kuat sehingga mampu mengatasi masalah yang saat ini tengah dihadapi. “Saya berharap kita akan melakukan banyak hal yang baik bersama-sama. Karena target pertama saya ke sini adalah untuk tetap di Liga dan meraih poin sebanyak mungkin dengan Persis Solo,” kata Dumancic.
“Kita harus saling percaya bahwa kita bisa melakukannya. Karena kepercayaan ini akan membuat tim terus optimis untuk mencapai tujuan yang diinginkan,” pungkasnya. Sebelumnya, Persis Solo juga mendapatkan pemain baru pimjaman dari beberapa klub lain. Bahkan, rumor yang berkembang Dejan Tumbas, mantan pemain Persebaya Surabaya, juga dikabarkan berlabuh di Persis Solo. (*)






