Misteri Bruno Paraíba: Striker Baru Persebaya Tak Turun Saat Lawan Dewa United

oleh -492 Dilihat
Bruno Paraiba melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSIM Yogyakarta. (Persebaya)

KabarBaik.co, Surabaya – Nama Bruno Paraíba menjadi satu misteri setelah tidak masuk dalam daftar pemain saat Persebaya menghadapi Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2) malam. Keberadaannya sempat menjadi pertanyaan besar. Maklum, striker asal Brasil itu dianggap sebagai asa baru.

Ketiadaan Paraíba memicu diskusi di kalangan fans di media sosial. Mengapa pelatih Bernardo Tavares lebih memilih Mihailo Perovic sebagai ujung tombak pengganti ketimbang pemain yang langsung “gacor” pada penampilan pertama ketika lawan PSIM Yogyakarta pekan lalu itu? Jawabannya bukan semata soal performa, tetapi kabarnya juga pertimbangan kebugaran dan kondisi fisik pemain.

Beberapa informasi mengungkapkan bahwa jelang laga melawan Dewa United, Paraíba disebut belum dalam kondisi fisik 100 persen. Ia dikabarkan sempat menghadapi masalah otot sehingga menit bermainnya harus dibatasi sementara oleh tim medis Persebaya. Maka, opsi memprioritaskan pemulihan pemain diambil daripada memaksakan tampil. Terutama bagi pemain baru yang belum sepenuhnya fit.

Pilihan Tavares akhirnya jatuh pada nama Perovic di lini depan. Padahal, sejatinya statistik menunjukkan pemain asal Balkan itu sejauh ini belum menunjukkan ketajamannya. Sejauh musim ini, Perovic baru menyumbang tiga gol. Selain produktivitas, efektivitasnya juga dipertanyakan sebagian fans karena kerap kalah duel, lambat membaca ruang, dan kurang klinis saat mendapat peluang emas. Bahkan, serangan Persebaya kadang mudah patah ketika bola berada di kakinya.

Karena itu, Bruno Paraíba lah yang baru hadir di bursa transfer paruh musim ini diharapkan sebagai obatnya. Harapan itupun membuncah. Meski baru sekali tampil, Paraiba memberi dampak instan. Pergerakannya agresif, berani menusuk kotak penalti, dan memiliki naluri gol tajam, sesuatu yang lama dirindukan Bonek. Gol debutnya melawan PSIM menjadi bukti insting predatornya di depan gawang.

Kekecewaan Pelatih dan Kapten

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan kekecewaannya setelah Bajul Ijo hanya meraih hasil imbang 1-1 melawan Dewa United. Laga pekan 19 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo itu membuat Tavares menilai timnya kehilangan dua poin penting.

“Meski unggul jumlah pemain setelah bek Dewa United, Nick Kuipers, dikartu merah pada menit ke-37, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ungkap Tavares, mengkritik lambatnya sirkulasi bola pada babak kedua yang mempermudah pertahanan lawan menutup ruang.

Kapten Persebaya, Bruno Moreira, juga menilai hasil imbang ini mengecewakan. “Ini bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang dan mengharapkan tiga poin, tetapi kami harus menemukan cara lebih baik untuk mencetak gol,” ujarnya. Bruno menambahkan bahwa ia tidak bisa tampil di laga tandang melawan Bali United karena akumulasi kartu kuning, namun tetap mendoakan tim meraih kemenangan.

Sebelumnya diberitakan, Persebaya harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Dewa United 1-1.  Memasuki babak kedua, Tavares melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Rachmat Irianto dan Pedro Matos, menggantikan Milos Raickovic dan Toni Firmansyah untuk menambah daya gedor. Gelombang serangan terus dilancarkan, namun pertahanan Dewa United tetap solid.

Pada menit ke-77, pergantian lain dilakukan dengan masuknya Koko Ari dan Mihailo Perovic, menggantikan Gali Freitas dan Catur Pamungkas. Menit ke-90, Perovic sempat mencetak gol melalui sundulan, tetapi dianulir karena pelanggaran. Hingga peluit akhir, skor tetap 1-1. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Jardy


No More Posts Available.

No more pages to load.