KabarBaik.co- Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, berbagai larangan tradisional masih sering ditemui dan dipercaya oleh sebagian orang. Salah satu larangan yang cukup dikenal adalah pantangan untuk membuang sampah di malam hari. Meskipun terdengar sepele, larangan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih memengaruhi kebiasaan sebagian masyarakat hingga saat ini.
Konon, membuang sampah setelah matahari terbenam dipercaya bisa mengundang kesialan atau nasib buruk. Banyak yang meyakini bahwa waktu malam adalah saat di mana makhluk halus atau energi negatif lebih aktif, sehingga aktivitas tertentu, termasuk membuang sampah, dianggap bisa mengusik atau mengundang gangguan dari dunia tak kasat mata.
Kepercayaan ini tidak hanya berkaitan dengan hal-hal gaib, tapi juga sarat akan pesan simbolis. Membuang sampah saat malam hari, dalam pandangan tradisional, bisa dianggap sebagai perbuatan yang membuang rezeki atau keberuntungan keluar dari rumah. Oleh sebab itu, larangan ini kerap dikaitkan dengan kemungkinan datangnya kemiskinan atau keberkahan yang menjauh.
Di sisi lain, alasan yang lebih logis juga bisa ditemukan di balik larangan tersebut. Malam hari, dengan pencahayaan yang terbatas, bisa menjadi waktu yang kurang aman untuk beraktivitas di luar rumah. Risiko tergelincir, tersandung, atau bertemu binatang liar menjadi pertimbangan praktis yang mungkin memperkuat alasan masyarakat menghindari buang sampah saat malam.
Meski demikian, dalam kehidupan modern, kebersihan dan ketertiban lingkungan tetap menjadi tanggung jawab bersama yang sebaiknya tidak terikat waktu. Kegiatan membuang sampah bisa dilakukan kapan saja asalkan dengan cara yang benar, aman, dan sesuai dengan aturan kebersihan.
Alih-alih terikat pada mitos lama, masyarakat masa kini sebaiknya mulai memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan pendekatan yang lebih rasional dan edukatif. Memelihara kebersihan merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan, bukan soal keberuntungan atau kesialan semata.
larangan membuang sampah di malam hari memang memiliki akar budaya yang kuat dalam tradisi masyarakat Jawa dan Indonesia secara umum. Namun, penting untuk menyikapinya secara bijak dan tidak membiarkan mitos semacam itu menghalangi praktik kebersihan yang seharusnya diterapkan kapan pun dibutuhkan.