KabarBaik.co, Mojokerto– Polisi masih mendalami motif pembacokan yang dilakukan Satuan, 43, terhadap istrinya, Sri Wahyuni, 36, dan mertuanya, Siti Arofah, 53, di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto. Dalam peristiwa tersebut, sang mertua tewas.
Satuan kini telah diamankan tim gabungan Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto di Asemrowo, Surabaya. Ia ditangkap saat hendak menuju rumah temannya dengan menaiki bus TransJatim.
“Pelaku berhasil diamankan di daerah Asemrowo, Surabaya, berkat kinerja gabungan Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan, Rabu (6/5).
Aldhino menyebut saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi mendalami motif serta kronologi lengkap aksi kekerasan tersebut.
“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif terkait motif dan modus dari yang bersangkutan,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku sempat kabur usai kejadian. Ia bahkan diantar seseorang menuju halte bus sebelum akhirnya naik TransJatim dan turun di Asemrowo.
“Pelaku naik kendaraan umum, yaitu bus TransJatim, kemudian turun di Asemrowo dan diamankan anggota Polsek setempat. Pelaku sempat diantar saudaranya, ini masih kami dalami,” jelas Aldhino.
Sementara itu, informasi dari lingkungan sekitar menyebutkan rumah tangga pelaku dan korban kerap diwarnai pertengkaran. Warga setempat, M Suroto, mengatakan konflik dipicu masalah ekonomi hingga kecemburuan.
“Sering cekcok, faktor ekonomi juga. Utangnya ke sana kemari,” kata Suroto.
Selain itu, pelaku diduga cemburu karena mencurigai istrinya memiliki hubungan dengan pria lain. Kecurigaan itu disebut semakin memicu emosi pelaku.
“Pelaku curiga istrinya punya pria lain. Bahkan sempat menemukan bukti transfer dari laki-laki lain,” tambahnya.
Diketahui, pasangan tersebut tinggal di rumah kontrakan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah orang tua korban.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif pasti di balik aksi pembacokan yang berujung maut tersebut. (*)








