KabarBaik.co, Jombang– Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang menghasilkan sejumlah keputusan penting, terutama terkait arah organisasi dan penjaringan calon ketua dewan tanfid ke depan.
Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan forum Muscab telah menerima laporan pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jombang.
“Laporan pertanggungjawaban DPC diterima dengan baik. Kemudian muncul sejumlah nama calon ketua yang akan mengikuti proses lanjutan,” ujarnya, Minggu (5/4).
Dari hasil forum, terdapat tujuh nama yang akan mengikuti tahapan seleksi. Lima nama merupakan hasil pemetaan DPP PKB, yakni Hadi Atmaji, Anas Burhani, Walyul Hakim, Kartiyono, dan Fauzan.
Sementara itu, peserta Muscab mengusulkan dua nama tambahan, yaitu Erna Kuswati dan KH Salmanuddin Yazid yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Jombang.
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, Subaidi Muchtar, menjelaskan seluruh kandidat akan menjalani Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam dua tahap.
Tahap pertama berupa psikotes yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang, dijadwalkan berlangsung pada 10–11 April 2026 di Malang.
“Hasil psikotes akan menjadi dasar untuk tahap berikutnya, yakni wawancara oleh DPP. Dari situ akan terlihat kompetensi, kapasitas kepemimpinan, hingga kesiapan para calon,” kata Subaidi.
Ia menambahkan, seluruh berkas hasil Muscab langsung dibawa ke DPW di Surabaya dan diteruskan ke DPP pada hari yang sama.
Selain agenda pemilihan ketua, Muscab juga merumuskan strategi organisasi ke depan. Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama, disertai penyusunan program kerja yang menyasar persoalan masyarakat seperti petani, nelayan, hingga kesejahteraan santri.
PKB juga menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program strategis di daerah.
Di tengah tantangan global, partai didorong lebih responsif menghadapi isu seperti potensi krisis pangan, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan penurunan daya beli masyarakat.
Program penanggulangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi prioritas.
Subaidi menegaskan, mekanisme seleksi berbasis UKK diterapkan untuk menghasilkan pemimpin berkualitas sekaligus meminimalkan potensi konflik internal.
“Pendekatan ini berbasis kompetensi dan kapasitas, bukan sekadar popularitas,” ujarnya.
PKB juga membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dan perempuan dalam kepengurusan. Bahkan, ditargetkan minimal 30 persen posisi ketua DPAC diisi perempuan berusia di bawah 35 tahun.
Hasil UKK nantinya akan menjadi dasar bagi tim formatur dalam menetapkan struktur kepengurusan DPC PKB Jombang periode mendatang. (*)








