KabarBaik.co – Eskalasi internal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Jember memanas. Sejumlah pengurus tingkat kecamatan (DPC) secara terbuka menggugat kinerja pengurus tingkat kabupaten (DPD). Langkah ini diambil lantaran prestasi partai dinilai merosot tajam dan berada di titik minim.
Selain faktor prestasi, elektabilitas partai dianggap berada di ambang bahaya. Kepercayaan masyarakat disebut mulai tergerus menyusul penetapan tersangka kasus korupsi terhadap salah satu kader NasDem yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jember. Kondisi ini dinilai mempertaruhkan marwah partai di mata publik.
Ketua DPC NasDem Sumbersari Mursid mengungkapkan bahwa sebanyak 17 dari 31 DPC sebelumnya telah melayangkan mosi tidak percaya kepada DPW maupun DPP NasDem. Namun, hingga kini surat tersebut belum mendapatkan respons formal.
“Dua bulan lalu kami sudah melayangkan surat mosi tidak percaya ke pusat dan wilayah. Karena belum ada tanggapan, hari Kamis (25/12), kami menyatakan sikap resmi menggugat kinerja DPD NasDem Jember,” kata Mursid, saat dikonfimasi pada
Jumat (26/12).
Mursid menyayangkan langkah reaksioner DPD yang justru melakukan pergantian pengurus tanpa prosedur yang jelas. Beberapa ketua DPC yang vokal menyuarakan kritik justru dicopot dari jabatannya.
“Tujuan rekan-rekan DPC adalah demi kepentingan partai. Namun, setelah mosi tidak percaya dilakukan, beberapa teman malah diganti, bahkan saya sendiri dikeluarkan dari grup koordinasi DPD,” ungkapnya.
Meski terancam sanksi serupa, Mursid mengaku tidak gentar jika nantinya dicopot dari jabatan Ketua DPC Sumbersari. Ia menegaskan loyalitasnya tetap pada partai, bukan pada personal pengurus.
“Saya tidak masalah jika dicopot. Saya tetap kader NasDem. Saya sudah ada di sini sejak awal partai berdiri di Jember, bahkan sejak masih berbentuk ormas Nasional Demokrat,” imbuhnya.
Persoalan lain yang disoroti adalah transparansi anggaran. Mursid membeberkan bahwa selama dua periode kepengurusan DPD saat ini, DPC tidak pernah menerima uang pembinaan, meski partai mendapatkan dana Bantuan Politik (Banpol). Padahal, pada periode sebelumnya, anggaran pembinaan tersebut rutin didistribusikan ke tingkat kecamatan.
Para pengurus DPC mendesak pengurus DPW Jawa Timur dan DPP NasDem segera turun ke lapangan untuk melihat realitas di Jember. Menurut mereka, jika pembiaran terus berlanjut, target delapan kursi pada Pemilu 2029 akan sulit tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris DPD NasDem Jember, Bambang Hariyanto, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon ditolak, dan pesan singkat yang dikirimkan via WhatsApp belum mendapatkan respons. (*)








