Nasib Tragis Ibu dan Anak di Nganjuk Tewas Dibunuh gegara Sakit Hati

oleh -499 Dilihat
IMG 20250129 WA0023
Ilustrasi orang meninggal

KabarBaik.co – Sakit hati membuat DS emosi. Ia menusuk seorang ibu dan dua anaknya di sebuah kos di Jalan Monginsidi, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk. Tak hanya melakukan penganiayaan, pria 30 tahun itu juga membakar kos.

Dua korban pun tewas. Sementara satu korban kritis. DS yang kabur akhirnya tertangkap tak lama setelah ia melakukan aksinya.

Korban tewas adalah Elvy Nurhayati, 41 tahun, dan Ellinda Jelsa Eika Eldianti, 22 tahun. Sementara korban kritis adalah Elsa Dwi Intan Meylani, 19 tahun. Mereka berasal dari Purwoasri, Kabupaten Kediri dan kos di Payaman

Polisi menyebut DS adalah pacar salah satu korban. Untuk detail motif sakit hati, polisi masih mendalaminya.

Selasa (25/11) tengah malam menjelang Rabu (26/11) dini hari, suasana di Jalan Monginsidi mendadak gempar. Seorang warga melihar seorang pria memegang pisau penuh darah keluar dari kos. Ia segera melapor ke warga lain yang kemudian diteruskan ke polisi.

Saat di cek ke lokasi, ada salah satu kamar kos yang terbakar. Dan di kamar itu ditemukan tiga perempuan tergeletak bersimbah darah. Dengan susah payah warga mengeluarkan ketiga korban. Dari situ dketahui dua korban telah tewas, sementara satu korban masih bisa diselamatkan.

Polisi dengan petunjuk yang ada langsung memburu pelaku. Dua jam usai kejadian, pelaku tertangkap.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto mengatakan pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Jogomerto, Tanjunganom, Nganjuk.

“Pelaku berinisial DS, 30 tahun,” kata Supriyanto.

Pelaku, kata Supriyanto, saat ini telah diamankan di Polres Nganjuk untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca mengatakan bahwa kasus ini dilatarbelakangi oleh sakit hati pelaku terhadap korban.

“Motif awal yang kami dapatkan mengarah pada sakit hati,” ujar Sukaca.

Namun Sukaca belum bisa membeberkan sakit hati seperti apa yang membuat pelaku nekat melakukan pembunuhan. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan konstruksi kejadian secara menyeluruh.

Sukaca mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti tambahan dan memeriksa saksi-saksi. Sementara korban selamat saat ini dalam penanganan intensif tenaga medis. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.