KabarBaik.co– Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (26/11) dilaporkan melakukan penggeledahan di kantor pusat PT Widya Satria (WS) di Surabaya, Jawa Timur. PT Widya Satria merupakan perusahaan kontraktor pemenang lelang proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari rangkaian penyidikan KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ponorogo, yang disebut-sebut menyeret nama Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo nonaktif.
Menurut sumber, tim penyidik KPK yang mendatangi kantor PT Widya Satria yang berlokasi di Jalan Ketintang Permai Blok BB No. 20, Surabaya, itu fokus untuk mencari serta menyita dokumen-dokumen penting terkait proses lelang hingga pelaksanaan proyek MRMP.
PT Widya Satria diketahui menjadi pemenang tender proyek MRMP dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp 73,875 miliar. Proyek multiyears ini belakangan menjadi sorotan setelah Sugiri Sancoko dan beberapa nama lain terjaring OTT KPK pada 7 November lalu.
Dokumen-dokumen yang dicari meliputi berkas penawaran lelang, kontrak kerja antara PT Widya Satria dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, laporan kemajuan proyek, serta bukti transaksi keuangan.
Penggeledahan berlangsung intensif selama beberapa jam dengan mendapat penjagaan polisi bersenjata.
Digadang-gadang Salip GWK
Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) dirancang sebagai megaproyek pariwisata yang berlokasi di kawasan wisata seluas 29 hektare di kaki Gunung Gamping, Sampung, Ponorogo.
Secara spesifik, MRMP digadang-gadang akan memiliki patung Reog setinggi 126 meter, yang diproyeksikan akan mengalahkan tinggi patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, menjadikannya salah satu ikon patung tertinggi di Indonesia.
Selain patung utama, kawasan ini juga mencakup Museum Peradaban. Sebagai pusat literasi sejarah dan budaya yang akan menyimpan artefak dan koleksi bersejarah terkait peradaban Ponorogo.J uga, fasilitas pendukung. Rencana induk proyek juga mencakup pembangunan ruang multimedia interaktif hingga fasilitas hotel yang menyatu dengan monumen.
MRMP diproyeksikan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan budaya yang diharapkan memberikan dampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat Jawa Timur bagian Barat.
Pada awal tahun 2025, progres pembangunan MRMP tahap pertama, yang meliputi struktur utama gedung dan sebagian patung Reog, dilaporkan telah mencapai angka 85 hingga 95 persen. Kontraktor, yakni PT Widya Satria, diketahui fokus pada pemasangan panel dan rangka baja patung Reog. Pembangunan ini dijadwalkan rampung pada tahun 2025 atau berlanjut dengan skema multiyears hingga 2026.
Namun, sejumpah pihak khawatir penggeledahan yang dilakukan KPK ini bakalnmenambah ketidakpastian terhadap nasib penyelesaian proyek. Meskipun Pemkab Ponorogo telah menegaskan bahwa pembangunan akan tetap berjalan sesuai rencana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan skema pembiayaan baru total mencapai sekitar Rp 164 Miliar.
Penyitaan dokumen dari kantor PT Widya Satria diharapkan dapat membuka tabir terkait mekanisme penentuan pemenang lelang dan sejauh mana dugaan kerugian negara telah terjadi dalam realisasi proyek pembangunan monumen yang sangat prestisius ini.
Hingga berita ini diturunkan, juru bicara KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail hasil penggeledahan di kantor PT Widya Satria. (*)






