KabarBaik.co, Banyuwangi – Zaki Al Mubarok resmi ditetapkan sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi Periode 2026-2031. Keputusan tersebut dibacakan oleh pengurus DPP PKB pada Kamis (11/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Zaki Al Mubarok atau yang akrab disapa Gus Zaki, juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi. Saat ini ia menjabat sebagai anggota DPRD Banyuwangi periode 2024–2029 dari Fraksi PKB dan bertugas di Komisi IV yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial, serta ketenagakerjaan.
Selain aktif di dunia politik, Gus Zaki dikenal memiliki latar belakang akademik yang prestisius. Ia menyandang gelar doktor (S3) Ilmu Administrasi dan aktif dalam berbagai kegiatan penelitian serta pengembangan pendidikan.
Sebelum duduk di parlemen daerah, ia juga dikenal sebagai penggerak pendidikan melalui kiprahnya di lingkungan LP Ma’arif NU Banyuwangi. Di lingkungan organisasi keagamaan, Gus Zaki merupakan salah satu kader muda NU yang aktif membangun sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pemberdayaan masyarakat.
Setelah resmi terpilih, Gus Zaki mengatakan agenda pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal. Terutama merangkul seluruh kandidat yang sebelumnya mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal utama untuk memperkuat kerja-kerja politik partai ke depan. “Yang pertama tentu melakukan koordinasi internal, khususnya merangkul seluruh calon ketua yang ikut UKK dari DPP kemarin,” kata Gus Zaki, Kamis (11/6).
Setelah itu, pihaknya akan fokus menyusun kepengurusan dan melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah, mulai Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRt). Agar kerja-kerja pemenangan PKB semakin solid, semakin kompak, dan semakin mudah.
Selain penguatan struktur partai, Gus Zaki juga berkomitmen mendekatkan kembali PKB dengan basis massa tradisionalnya, yakni warga Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan pondok pesantren. “Yang kedua tentu mendekatkan kembali PKB dengan basis massa akar rumput, yaitu nahdliyin dan pondok pesantren,” tegasnya.
Ia mengaku belum ada tugas khusus dari DPP PKB. Saat ini, dirinya masih menunggu arahan terkait penyusunan kepengurusan secara lengkap. “Belum ada tugas khusus. Tadi masih diumumkan untuk ketuanya saja. Setelah ini pasti ada tugas untuk menyusun kepengurusan, kemudian menunggu pelantikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pelantikan pengurus DPC PKB dijadwalkan berlangsung secara serentak pada 23 Juli 2026 bertepatan dengan peringatan hari lahir PKB di Jakarta. Hingga saat itu, DPC PKB Banyuwangi masih menunggu instruksi resmi dari DPP terkait susunan kepengurusan yang akan dibentuk. (*)






