Menpar Dampingi Desa Kemiren Banyuwangi Kejar Predikat Best Tourism Village UN Tourism

oleh -68 Dilihat
IMG 20260726 WA0027
Menpar Widiyanti Putri Wardhana saat berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, memastikan Kementerian Pariwisata memberikan pendampingan khusus kepada Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, agar mampu meraih predikat Best Tourism Village dari United Nations Tourism (UN Tourism).

Pendampingan tersebut dilakukan setelah Kemiren terpilih masuk dalam Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025. “Kami berharap setelah mendapat pendampingan, Desa Kemiren bisa meraih predikat Best Tourism Village,” ujar Widiyanti saat mengunjungi Desa Kemiren, Minggu (26/7).

Dalam kunjungan tersebut, Menpar didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyusuri kawasan rumah adat Osing, berdialog dengan warga, serta melihat langsung berbagai atraksi budaya dan aktivitas masyarakat.

Widiyanti menilai Desa Kemiren memiliki modal kuat untuk bersaing di tingkat internasional karena mampu mempertahankan tradisi sekaligus mengembangkannya menjadi daya tarik wisata. “Warga di sini sangat kreatif dalam mempertahankan tradisi mereka,” katanya.

Menpar juga mengunjungi Sanggar Genjah Arum. Di lokasi itu, ia mencicipi beragam kuliner khas Osing, seperti rujak soto, pecel pitik, kue cucur, serta kopi Osing. Bahkan, Widiyanti turut mencoba menyangrai kopi secara tradisional dan memasak kue cucur bersama warga.

“Ini pertama kali saya makan rujak soto. Enak. Kalau kue cucur, saya sudah biasa makan, tapi yang di sini luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, Menpar mencicipi berbagai jenis kopi Banyuwangi, mulai arabika hingga liberika, sembari menyaksikan pertunjukan Tari Gandrung dan Barong Osing. “Saya sangat mendukung industri kopi, termasuk dari Banyuwangi. Saya biasanya kalau ke luar negeri selalu membawa kopi sebagai hadiah untuk mempromosikan kopi lokal,” kata Widiyanti.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendampingan dari Kementerian Pariwisata menjadi langkah penting agar Desa Kemiren semakin siap memenuhi standar destinasi wisata internasional tanpa meninggalkan identitas budaya Osing.

“Kemiren punya kekuatan budaya dan tradisi yang sangat khas. Kami berharap melalui pendampingan ini, Kemiren semakin siap menerima wisatawan dari berbagai negara, tanpa kehilangan jati diri dan karakter budaya Osing yang selama ini menjadi daya tariknya,” ujar Ipuk. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.