KabarBaik.co, Banyuwangi – PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat dukungan terhadap transisi energi nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pengembangan produksi Refuse Derived Fuel (RDF) Biomassa di Desa Olehsari, Banyuwangi.
Program yang dijalankan bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Probolinggo tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan kepada Yayasan Rijig Pradana Wetan.
Bantuan diserahkan oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian kepada Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan Bibit Suwiji, serta disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Desa Olehsari.
RDF Biomassa merupakan teknologi pengolahan sampah yang mengubah limbah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi. Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar substitusi batu bara di pembangkit listrik maupun berbagai sektor industri, seperti industri semen dan pabrik gula.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Menurutnya, RDF Biomassa menawarkan solusi atas dua persoalan sekaligus, yakni mengurangi timbunan sampah dan menyediakan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pengembangan energi hijau sekaligus menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Ika, Jumat (24/7).
Selain berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), program tersebut juga diharapkan mampu mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Ketua Yayasan Rijig Pradana Wetan Bibit Suwiji mengapresiasi dukungan PLN melalui program TJSL tersebut. Ia mengatakan bantuan yang diterima akan memperkuat kapasitas pengolahan sampah menjadi RDF Biomassa.
Saat ini fasilitas yang dimiliki mampu mengolah hingga 10 ton sampah. Ke depan, pihaknya berharap cakupan layanan dapat diperluas hingga Kecamatan Glagah, Banyuwangi, dan Licin agar kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah dari pengelolaan sampah.
PLN UIT JBM menargetkan RDF Biomassa yang diproduksi di Desa Olehsari memenuhi standar kualitas sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh sektor pembangkit listrik maupun industri. Salah satu harapan yang tengah diupayakan adalah pemanfaatan RDF Biomassa sebagai bahan bakar substitusi batu bara di PLTU Paiton.
Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN terus mendorong berbagai inovasi yang tidak hanya memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon, pelestarian lingkungan, serta percepatan pembangunan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia. (*)






