KabarBaik.co, Gresik– PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) meluncurkan Program Elektrifikasi Bank Sampah Induk Gemar Memilah Sampah (ELSINDUK GEMES) di Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu di Ngargosari, Gresik. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.
Peluncuran program ditandai dengan penyerahan bantuan oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM Andri Oktavian kepada Ketua Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu, Siti Fitriah, disaksikan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.
Melalui program tersebut, PLN UIT JBM memberikan bantuan berupa mesin komposter beserta pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga. Fasilitas itu diharapkan dapat membantu masyarakat mengolah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Program Gemar Memilah Sampah sendiri bertujuan membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain membantu pengelolaan sampah organik, Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu juga diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan. Keberadaan bank sampah juga diharapkan membuka peluang usaha baru melalui pemanfaatan hasil pengolahan sampah.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan keberhasilan menjaga lingkungan memerlukan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, PLN tidak hanya berperan menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Program ELSINDUK GEMES merupakan salah satu bentuk komitmen PLN UIT JBM dalam mendukung ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu sebagai pusat edukasi, inovasi, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Ika, Selasa (21/7).
Kolaborasi antara PLN UIT JBM, Bank Sampah Induk Gemes Sekardadu, dan Pemerintah Kabupaten Gresik diharapkan mampu mendorong semakin banyak warga terlibat dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Dengan partisipasi masyarakat yang terus tumbuh, upaya menjaga lingkungan tidak hanya menciptakan kawasan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar. (*)






