KabarBaik.co, Banyuwangi – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Banyuwangi kini memiliki wadah bersama dengan terbentuknya Asosiasi KDKMP Kabupaten Banyuwangi. Pengurus asosiasi tersebut dikukuhkan di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (22/7).
Pengukuhan dihadiri Ketua Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari. Menurutnya, pembentukan asosiasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas KDKMP melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pengurus.
“Mudah-mudahan gerakan ini bisa menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Ada asosiasi KDKMP di setiap kabupaten, kota dan nanti berada di tingkat nasional,” harap Qodari.
Dalam kesempatan itu, Qodari juga menilai perkembangan KDKMP di Indonesia berlangsung sangat cepat. Saat ini telah terbentuk sekitar 35 ribu KDKMP dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 80 ribu unit pada tahun depan. “Jadi ada suatu akselerasi yang sangat luar biasa dan semuanya kita benahi sambil berjalan,” katanya.
Qodari juga menyerap berbagai aspirasi dari pengurus KDKMP. Salah satu tantangan yang mengemuka adalah konsistensi pasokan barang bersubsidi ke koperasi.
“Bukan harga yang udah meloncat karena terlalu banyak perantaranya. Dan memang itu yang ingin dicapai dengan koperasi ini. Agar barang dari produsen, dari hulu langsung kepada konsumen, langsung ke hilirnya,” tegasnya.
Selain pengukuhan asosiasi, Qodari juga meresmikan siaran perdana Radio Merah Putih yang diinisiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu.
Sementara itu, Ketua KKMP Tukangkayu sekaligus Ketua Asosiasi KDKMP Banyuwangi, Imam Maskun, mengatakan Radio Merah Putih akan menjadi media informasi sekaligus edukasi bagi masyarakat dan pengurus koperasi. Radio tersebut akan menyampaikan informasi harga sembako, barang bersubsidi, hingga promo yang tersedia di KDKMP.
“Supaya nanti informasi barang-barang subsidi, ada promo-promo, barang-barang murah, harga terjangkau tersampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menikmati sesuai dengan harga yang update per hari itu,” terangnya.
Selain itu, Radio Merah Putih juga akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai manfaat berkoperasi. “Itu ada edukasi juga kepada koperasi, kepada masyarakat juga bahwa kita ada manfaat untuk berkoperasi,” ujarnya. (*)






