KabarBaik.co, Banyuwangi – Tim SAR gabungan mengerahkan pesawat latih Cessna C172 SP untuk memperluas pencarian sisa satu korban kapal nelayan terbalik yang masih hilang di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (22/7). Korban yang masih dalam pencarian bernama Lukman, 25, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan seluruh potensi dikerahkan agar area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban semakin besar.
Tim SAR membagi operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni penyisiran laut menggunakan rubber boat Basarnas dan perahu nelayan, penyisiran darat di sepanjang Pantai Grajagan, serta pencarian dari udara menggunakan pesawat Cessna C172 SP milik Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi.
“Pada hari ketiga operasi SAR, seluruh unsur telah berupaya maksimal melalui penyisiran laut, pantai, hingga pencarian udara,” kata Oka. Kendati demikian, hingga sore hari Tim SAR belum berhasil menemukan kebaradaan korban. Hasil pencarian masih nihil.
“Hingga sore hari hasil pencarian masih nihil. Operasi akan kami lanjutkan besok dengan evaluasi hasil pencarian hari ini serta mengoptimalkan koordinasi dan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami berharap korban segera ditemukan agar dapat diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Oka.
Sebagai informasi, sebuah perahu nelayan oleh warga lokal disebut perahu Jurek terbalik di perairan Pelawangan Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Senin (20/7) dini hari. Kapal tersebut tenggelam setelah dihantam ombak tinggi.
Kapal berisi 33 awak kapal. Dari jumlah tersebut 29 orang selamat, 3 orang meninggal dunia dan seorang lagi masih dalam pencarian. Tiga korban meninggal dunia yakni Purnomo, 40, warga Desa Tegaldlimo, Junairi, 46, warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, dan Sutris, 34, warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring. (*)






