Bukan Sekadar Baca Buku, Relima Nganjuk Sulap Literasi Jadi Keterampilan

oleh -126 Dilihat
Ilustrasi : Kegiatan pendampingan literasi dan pelatihan keterampilan yang digerakkan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Nganjuk untuk memberdayakan warga.
Ilustrasi kegiatan pendampingan literasi dan pelatihan keterampilan yang digerakkan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Nganjuk untuk memberdayakan warga.

KabarBaik co, Nganjuk – Makna literasi di era modern telah bergeser jauh dari sekadar kemampuan membaca dan menulis gratis. Hari ini, literasi adalah kecakapan krusial dalam menyerap informasi, berpikir kritis, dan mengaplikasikan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Di Kabupaten Nganjuk, gerakan perubahan berbasis literasi ini dimotori oleh Relawan Literasi Masyarakat (Relima).

“Tugas utama kami adalah bertindak sebagai aktivator, katalisator, sekaligus fasilitator gerakan membaca, pendampingan komunitas, serta menginventarisasi bantuan-bantuan literasi pusat agar dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Diah Shanti U, salah satu personel Relima Nganjuk, Kamis (11/6).

Relima sendiri merupakan program inisiasi resmi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Untuk bisa terjun ke daerah asal, para pegiat literasi harus melewati seleksi terbuka yang ketat, mulai dari penyaringan esai rencana aksi hingga wawancara daring.

Syarat utamanya pun tidak main-main, yakni wajib memiliki rekam jejak di dunia literasi minimal selama lima tahun.

“Sektor Literasi Seni Budaya berkolaborasi dengan Disparporabud Nganjuk dalam agenda Art Exhibition. Melalui ruang pameran visual ini, Relima berhasil menjaring talenta muda berbakat Nganjuk dalam bidang pembuatan ilustrasi buku cerita bergambar yang memiliki nilai ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambah Diah.

Sementara itu, untuk sektor literasi keluarga, rekan duet Diah di Relima, Yunita Nurmalasari, merancang program inovatif bernama Mutiara Keluarga (Mama Terampil Bercerita dan Membaca untuk Keluarga).

Program ini mengintegrasikan edukasi metode membaca nyaring (read aloud) bagi para ibu di Posyandu Balita, sekaligus menghidupkan kembali eksistensi Perpustakaan Desa yang selama ini sepi pengunjung.

“Dalam perjalanannya sejak awal Juni, Relima Nganjuk menemui berbagai fenomena unik di lapangan. Seperti di Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, perpustakaan desa setempat telah memiliki ruangan dan koleksi buku memadai namun masih minim pengunjung, sehingga pihak desa harus berinovasi menjemput anak sekolah dengan kendaraan pribadi,” ungkap Yunita mengenai realita di lapangan.

Selain inovasi tersebut, Relima Nganjuk juga gencar mendorong penguatan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Melalui pendekatan ini, perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dialihfungsikan menjadi wadah pelatihan praktis seperti literasi keuangan, memasak, dan berkreasi demi mendongkrak keterampilan hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

“Slogan kami sederhana: Bergerak bersama, berdampak bersama. Ketika literasi dikerjakan secara gotong royong, maka dampaknya dalam jangka panjang akan melahirkan masyarakat Nganjuk yang bijaksana dalam mengambil keputusan demi masa depan yang berdaya,” pungkas tim Relima Nganjuk penuh optimisme.

Untuk memperluas daya jangkau, Relima Nganjuk kini membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas lokal. Agenda terdekat mereka adalah aksi

“Jangkau Sudut Anjuk Ladang” yang akan digelar di sebuah kafe di wilayah Nganjuk Timur guna merangkul para pegiat literasi yang berada di luar pusat kota.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat memantau pergerakan mereka melalui tagar #Relawan Literasi Nasional, di media sosial atau berkoordinasi langsung dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.